Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai soal penurunan cadangan devisa RI pada Mei 2026.

Menko Perekonomian menyebutkan bila Pemerintah masih dapat mencari cadangan devisa yang pada saat ini merasakan penurunan.

“Nanti kita cari lagi cadev (cadangan devisa),” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Selasa (9/6/2026).

Airlangga juga menerangkan kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dapat menambah cadangan devisa RI lantaran disimpan di Himpunan Bank Negara (Himbara) alias Bank BUMN. 

Hanya saja dampak kebijakan tersebut masih masih belum terlihat lantaran aturan DHE SDA asih dalam tahap transisi.

“Belum, ini kan masih periode transisi,” lanjutnya.

Diketahui Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 turun menjadi US$144,9 miliar atau sekitar Rp2.622 triliun.

Angka tersebut makin rendah dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai US$146,2 miliar. Dengan demikian, dalam sebulan cadangan devisa Indonesia berkurang sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menerangkan penurunan cadangan devisa dipengaruhi sejumlah faktor, mengawali dari pembayaran utang luar negeri pihak pemerintah hingga langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global.

“Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pihak pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap tingginya ketidaktentuan pasar keuangan global serta permintaan valuta asing musiman dari domestik,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Meski merasakan penurunan, BI menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang aman. Cadangan devisa pada saat ini setara bersama pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pihak pemerintah.

Level tersebut juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

Bank sentral menilai cadangan devisa yang dimiliki pada saat ini masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal nasional sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI juga mengonfirmasi akan terus memperkuat sinergi bersama pihak pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap solid. Optimisme tersebut didukung posisi cadangan devisa yang dinilai memadai serta potensi masuknya modal asing seiring masih positifnya persepsi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Selain itu, daya tarik imbal hasil investasi di dalam negeri juga diyakini tetap menjadi magnet untuk investor global di tengah ketidaktentuan ekonomi dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *