MediaMerdeka.com – CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo, Hans Patuwo menghadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya demi menginformasikan perkembangan potongan komisi aplikator ojek online (ojol) sebesar 8 persen dari tarif perjalanan.
Mengutip akun instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Minggu (24/2/206), pertemuan antara bos GoTo bersama Seskab Teddy berlangsung pada pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di Kantor Sekretariat Kabinet.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan telah menjalankan pertemuan
bersama CEO GoTo, Hans Patuwo. Pertemuan ini membahas sejumlah isus mengenai kondisi transportasi online.
“Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan terkait kondisi industri transportasi online, kesejahteraan driver online, hingga keberlanjutan bisnis digital di Indonesia menjadi topik utama pembahasan,” tulisnya dalam akun Instagram dikutip, Minggu (24/5/2026).
CEO GoTo, Hans Patuwo, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pihak pemerintah. Apalagi, GoTo memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Sementara itu, sejak pertama kali beroperasi, jumlah pengemudi yang sempat bergabung bersama platform Gojek telah mencapai sekitar 3 juta orang, baik yang masih aktif, bekerja paruh waktu, maupun yang telah tidak lagi mengemudi,” jelas Hans.
Selain itu, GoTo juga menyampaikan komitmennya demi mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi online.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menyerahkan dampak positif terhadap kesejahteraan para mitra driver di tengah perkembangan ekonomi digital nasional.
Pemerintah bersama tersangka usaha pada saat ini terus menjalankan koordinasi guna mencari solusi terbaik yang berpihak kepada pengemudi online, tanpa mengabaikan keberlangsungan ekosistem bisnis transportasi digital.
Upaya tersebut dinilai penting agar industri tetap tumbuh sehat sekaligus menyerahkan perlindungan ekonomi untuk para mitra pengemudi.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online wajib berjalan seiring bersama keberlanjutan bisnis yang adil dan berkelanjutan.
Menurutnya, korporasi aplikator tetap perlu memperoleh keuntungan secara wajar agar mampu terus berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

