Next Post

Mengusir Penat, Ayo Berwisata ke Pantai Melayu Batam

mediamerdeka.com/Sabtu, 22 Juni 2024
Pengunjung menikmati suasana Pantai Melayu. (foto: jansen napitupulu/mediamerdeka.com)
Pengunjung menikmati suasana Pantai Melayu. (foto: jansen napitupulu/mediamerdeka.com)

Jika Anda berkunjung ke Pulau Batam, lalu bertanya kepada salah satu warga di sana; di manakah letak lokasi wisata Pantai Melayu? Maka Anda akan dapat jawaban tidak sulit diucapkan, yakni Pantai Melayu terletak di Kampung Kalat, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Pulau Batam, Provinsi Kepri.

Pantai Melayu bagi masyarakat Pulau Batam tidak asing lagi. Jarak Pantai Melayu dari pusat Pemerintahan Kota Batam sekitar 30 kilometer. Untuk mencapai Pantai Melayu tidak sesulit mencari jarum ditumpukan jerami, sebab banyak angkutan umum bisa Anda pergunakan mencapai Pantai Melayu. Mulai dari angkutan umum jenis mini bus, taxi dengan tarif bisa dinego, bahkan sistem antar jemput atau carter habis. Tentu, tarif antar jemput dan carter habis tidak mahal-mahal alias tarifnya relatif terjangkau. Atau mau tarif murah meriah, Anda bisa mempergunakan angkutan bus Damri. Hanya saja Bus Damri tidak masuk ke Pantai Melayu. Bus Damri berhenti hanya saat menurunkan penumpang di simpang masuk Pantai Melayu, sehingga Anda harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer menuju Pantai Melayu. Atau Anda ingn memanfaatkan jasa ojek sepeda motor menuju Pantai Melayu? Terserah Anda mau pilih angkutan jenis apa ke Pantai Melayu. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda.

Fasilitas Penunjang Wisata

Kampung Kalat lokasi wisata Pantai Melayu berpenghuni sekitar 120 Kepala Keluarga mayoritas suku Melayu. Kampung Kalat sejak lama dijadikan kategori Kampung Tua oleh Pemerintah Kota Batam. Dulu, Kampung Kalat tidak berpenghuni. Namun, seiring perputaran waktu, Kampung Kalat dihuni penduduk yang berasal dari Pulau Panjang di seberang Kampung Kalat dipisahkan laut.

Aman salah satu pengelola fasilitas wisata di lokasi wisata Pantai Melayu ini mengatakan, Kampung Kalat telah ada sejak puluhan tahun lalu. “Saya rasa usia Kampung Kalat lebih setengah abad. Umumnya penduduk di sini masyarakat suku Melayu bermata pencaharian sebagai nelayan, berkebun dan mengelola tambak ikan,” tutur Aman beberapa waktu lalu.

Aman menjelaskan, sebelum Pantai Melayu resmi jadi obyek wisata terlebih dahulu dipersiapkan dengan melakukan penataan. Pantai Melayu ditata sedemikian rupa pada tahun 2000 lalu. Penataan Pantai Melayu dilakukan

Meski air laut Pantai Melayu mulai pasang, namun para wisatawan masih betah bermain ban di laut dan bermain di tepi pantai. (foto: jansen napitupulu/mediamerdeka.com)

 

selama dua tahun. Saat itu Pantai Melayu belum dikunjungi wisatawan. Tepat pada tahun 2002 Pantai Melayu ramai dikunjungi wisatawan hingga sampai sekarang. “Selain dikunjungi turis lokal, juga dikunjungi turis asal Singapura, Malaysia, Korea, Jepang dan Inggris,” kata Aman berbangun tubuh tegap ini dengan bangga.

Saat pandemi Covid-19 lalu, Pantai Melayu sangat jarang dikunjungi wisatawan. Setelah masa pandemi Covid-19 berlalu, Pantai Melayu kembali booming pengunjung. Biasanya, pada hari Minggu dan hari libur keagamaan serta hari libur nasional, Pantai Melayu ramai dikunjungi wisatawan. Menurut Aman, pada hari Minggu pengunjung Pantai Melayu bisa mencapai 1000 orang. Pantai Melayu yang memiliki panjang sekitar 2 kilometer ini dipenuhi wisatawan meski tidak berlangsung pertunjukan hiburan. Ribuan wisatawan betah menikmati panorama alam Pantai Melayu. 

Uji Nyali

Berkunjung ke Pantai Melayu diwajibkan membeli karcis tanda masuk dengan harga relatif terjangkau. Harga karcis tanda masuk tidak berarti apa-apa dibandingkan pesona Pantai Melayu serta berbagai fasilitas penunjang wisatanya.     

Pantai Melayu termasuk salah satu tempat wisata sangat diminati wisatawan. Bahkan, Pantai Melayu sejak lama dijadikan Pemerintah Kota Batam sebagai salah satu tujuan wisata resmi. Sebab Anda akan terkagum-kagum dengan Pantai Melayu. Mulai dari lautnya nan biru serta ombaknya tak letih-letih berkejar-kejaran mencium bibir pantai nan landai berpasir putih bersih jadi pemandangan sangat memesona. Hati dan pikiran semula penat dipelasah rutinitas pekerjaan akan mencair manakala bercengkrama dengan ombak Pantai Melayu berkejar-kejaran amat mesra dus bermain di tepi Pantai Melayu nan landai beralas pasir putih nan bersih.

Salah satu fasilitas wisata yakni banana boat ditarik speedboat siap melayani wisatawan mengarungi laut Pantai Melayu.(foto: jansen napitupulu/mediamerdeka.com)

Banana boat, Sepeda Motor Mini, Kano hingga Pondok Wisata

Selanjutnya, setelah menyatu dengan pesona Pantai Melayu, aktivitas wisata akan lebih lengkap jika memanfaatkan fasilitas penunjang wisata yang tersedia. Anda bisa menaiki banana boat ditarik speedboat mengitari laut Pantai Melayu hingga beberapa putaran. Atau ingin uji nyali? Anda bisa memanfaatkan peralatan kayak (kano) berlomba dengan peminat kayak lainnya hingga ke pertengahan laut. Kayak-kayak tersebut kondisinya cukup baik bantuan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam.

Atau ingin menikmati permainan  lebih ringan, silahkan bermain ban hingga  ke tengah laut. Biarkan tubuh Anda terhanyut-hanyut dibawa gelombang laut dan Anda akan merasakan sensasi tersendiri bersahabat dengan air laut. Setelah berlama-lama menyatu dengan air laut Pantai Melayu, silahkan bersihkan tubuh Anda dengan air tawar di kamar mandi yang tersedia. Dijamin tubuh Anda segar bugar setelah mandi air tawar tersebut.

Bagi wisatawan kategori usia anak-anak bisa memanfaatkan sepeda motor mini menyusuri jalan di taman Pantai Melayu. Sepeda motor mini bisa dimanfaatkan dengan tarif sewa terjangkau. Peminat sepeda motor mini di Pantai Melayu cukup banyak. Mungkin karena tarif sewanya relatif terjangkau dan cara mempergunakannya tidak terlalu sulit.

Mungkin Anda memiliki rencana bersama keluarga atau teman-teman berpesta kecil-kecilan sembari bersantap, jangan khawatir. Sarana kumpul-kumpul bareng tersedia di Pantai Melayu. Silahkan pilih pondok wisata mulai dari ukuran kecil, ukuan sedang dan ukuran besar di Pantai Melayu dan sesuaikan dengan jumlah anggota keluarga atau jumlah teman-teman yang akan diajak bersenang-senang.

Juga aula disewakan untuk umum dan bisa dimanfaatkan untuk wisata religi. Tak perlu khawatir, seluruh fasilitas penunjang wisata di Pantai Melayu tarifnya relatif terjangkau. Silahkan manfaatkan sepuas-puasnya.

Tidak ‘Mencekik’ Leher

Makanan dan minuman yang dijual di sejumlah warung di Pantai Melayu harganya relatif terjangkau. Para pedagang di sana tidak sudi aji mumpung alias tidak sudi memasang harga ‘mencekik leher’ kepada wisatawan. Anda tidak akan menemukan hal demikian, sebab seluruh penjual jasa wisata termasuk para pedagang dibina Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.

Menurut pengakuan Aman yang malang melintang mengelola fasilitas wisata ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam setiap tiga bulan sekali melakukan pembinaan terkait bagaimana cara mengelola lokasi wisata plus bagaimana cara mendulang simpati wisatawan.

Nah, Anda tak perlu ragu berwisata ke Pantai Melayu. Pantai Melayu sejak lama dikelola secara sistematis di-back-up Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam untuk memanjakan wisatawan yang datang berkunjung. Rasa penat Anda akan sirna dengan berwisata ke Pantai Melayu. (JANSEN NAPITUPULU)

 

Buka mata