MediaMerdeka.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, menyerahkan tanggapan santai terkait gaya pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang kerap dinilai spontan dan tak terduga oleh publik.
Menurutnya, hal tersebut merupakan untukan dari karakteristik personal yang wajar dimiliki oleh setiap pemimpin, termasuk Prabowo.
“Ya seluruh orang punya gaya, ya. Oke? Masing-masing orang punya gaya,” ujar Sarmuji di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Sarmuji menilai, gestur maupun ucapan spontan yang kerap muncul dalam pidato-pidato Prabowo merupakan bentuk ekspresi autentik dari sang Presiden.
Ia mengimbau publik tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan gaya komunikasi tersebut, lantaran setiap individu memiliki ciri khasnya masing-masing.
Lebih lanjut, Sarmuji juga menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang menganggap gaya bicara Prabowo yang meledak-ledak atau tak terduga dapat memicu sentimen negatif, baik di sektor politik maupun pasar ekonomi.
Ia menegaskan, bahwa dinamika pasar tidak sesederhana itu dan tidak akan terganggu cuma lantaran gaya retorika seorang pemimpin.
“Ah itu hal yang lain. Masa gara-gara pidato gayanya begitu terus berpengaruh pada pasar,” kata Sarmuji.
Menurutnya, pasar memiliki logika dan sistemnya sendiri dalam merespons kondisi ekonomi nasional maupun global.
Ia meyakini bahwa investor dan tersangka pasar makin menyaksikan pada kebijakan nyata dibandingkan sekadar gaya bicara.
“Pasar punya mekanisme sendiri. Pasar punya cara bekerjanya sendiri,” pungkasnya.
Apa yang disampaikan Sarmuji ini menyusul beragam reaksi publik terutama di media sosial terhadap sejumlah pidato Presiden Prabowo di berbagai forum belakangan ini.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

