Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, dinyatakan berakhir setelah petugas gabungan tidak lagi menemukan titik api. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai makin dari 3.000 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho menyebutkan kegiatan penanganan karhutla dinyatakan berakhir pada Sabtu (5/9/2026). Pemantauan setelah itu dilakukan melalui patroli demi mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Kami berkoordinasi bersama Seksi PTN wilayah III TNBTS Ranupani di Lumajang lantaran per tanggal 5 September 2026, kegiatan dinyatakan berakhir lantaran telah tidak ada titik api dan setelah itu akan di laksanakan patroli oleh pihak TNBTS,” kata Isnugroho, Minggu.

Berdasarkan informasi dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), luas area yang terbakar hingga 1 September mencapai 3.072 hektare. Sementara luas terbaru hingga Sabtu masih dihitung oleh petugas TNBTS di lapangan.

“Luas yang terbakar tersebar di sejumlah bersama lokasi di antaranya Diblok Dingklik, Pacis bincil, Kedaluh, Penanjakan sesejumlah 211,24 ha, lalu di Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29 seluas 881,78 ha, dan dampak karhutla yang terluas berada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya mencapai 1.887 ha,” tuturnya.

Penghitungan luas area terdampak masih dilakukan, terutama di Blok Krepelan, Desa Ranupani. Petugas TNBTS masih menjalankan pendataan berakibat luas kawasan yang terbakar di lokasi tersebut masih belum diketahui.

Meski tidak lagi menemukan titik api, petugas tetap menjalankan pembasahan demi mencegah munculnya kembali kebakaran. Tim regu siaga BPBD Lumajang bersama tim gabungan bergerak menuju area pembasahan di Blok Krepelan arah Ranupani bersama memakai jet shooter dan blower.

“Tim regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya berangkat menuju area pembasahan di Blok Krepelan arah ke Ranupani bersama memakai alat jet shoter dan blower,” katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang juga menjalankan patroli di jalur pendakian Gunung Semeru hingga pos 2. Dari pemantauan tersebut, petugas tidak menemukan titik api baru.

Penanganan karhutla melibatkan TNBTS, Dalkar Hutan Manggala Agni, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, ABI Jatim di Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Keaparatur negara kementerianan Kehutanan.

Sementara itu, hujan mengawali turun di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang. Hujan antara lain dilaporkan terjadi di Kecamatan Pronojiwo dan kawasan Kota Lumajang, yang diharapkan turut menolong proses pemadaman dan pendinginan kawasan terdampak karhutla.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *