Unilever Indonesia Dorong Kolaborasi Media Lokal untuk Perkuat Kepercayaan Publik

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Unilever Indonesia mendorong kolaborasi bersama media lokal demi menyampaikan tujuan dan dampak brand secara makin relevan kepada masyarakat sekitar di berbagai daerah. Perusahaan menilai komunikasi tidak cukup cuma mengejar jangkauan audiens, namun juga perlu membangun pemahaman dan kepercayaan konsumen.

Director of Communication, Corporate Affairs, and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus, menyampaikan hal itu dalam sesi Conference 3 bertajuk Beyond Brand: Penguatan Ekosistem Media & Strategi Keberlanjutan pada Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Nurdiana menerangkan, masyarakat sekitar perlu mengenal kontribusi di balik produk yang digunakan sehari-hari, bukan cuma nama dan fungsi produknya. Ia mencontohkan Kecap Bango yang memiliki keterkaitan bersama puluhan ribu petani kecil dan program pertanian regeneratif.

“Kalau dapat dengar kecap Bango, sebenarnya di belakang kecap Bango itu ada 35.000 petani kecil dari coconut sugar dan kedelai hitam kami. Ada 172 hektare regenerated agriculture di dalam kecap Bango itu,” ujar Nurdiana.

Ia menerangkan, kontribusi korporasi juga tercermin melalui program keberlanjutan dan edukasi kesehatan masyarakat sekitar, termasuk kampanye cuci tangan pakai sabun. Melalui berbagai inisiatif itu, Unilever ingin memperkenalkan dampak brand yang melampaui fungsi produk dalam keseharian konsumen.

Untuk menyampaikan pesan secara makin efektif, Nurdiana menilai media memiliki peran penting sebagai penghubung antara korporasi dan masyarakat sekitar. Media lokal dinilai strategis lantaran memahami bahasa, karakter, serta kebutuhan audiens di wilayah masing-masing.

“Yang kami ingin kini ini merupakan kami juga makin dapat berkolaborasi bersama local media demi benar-benar menyampaikan messaging-messaging kami, tapi bersama bahasa-bahasa yang benar-benar ada di lokal,” kata Nurdiana.

Ia menekankan, pendekatan komunikasi perlu disesuaikan bersama konteks masyarakat sekitar setempat agar pesan korporasi makin mudah dipahami. Menurutnya, penggunaan bahasa yang dekat bersama audiens dapat menolong masyarakat sekitar mengenal tujuan dan kontribusi di balik sebuah brand.

Nurdiana juga menegaskan bahwa kesuksesan komunikasi tidak semestinya cuma diukur melalui jumlah impresi. Perusahaan perlu mengonfirmasi pesan yang disampaikan benar-benar dipahami dan mampu membangun kepercayaan publik.

“Komunikasi itu beyond impression, tapi benar-benar mengenal apakah trust yang kami ingin sampaikan kepada konsumen dan audience itu sampai,” ujarnya.

Karena itu, Unilever membuka peluang kemitraan bersama media lokal demi menyampaikan integritas, kredibilitas, serta tujuan brand kepada konsumen di berbagai daerah. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan komunikasi korporasi makin sesuai bersama karakter audiens sekaligus menolong masyarakat sekitar memahami dampak di balik produk yang mereka gunakan. ***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *