Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Sosial mengawal proses pemulihan secara menyeluruh untuk pihak korban pelecehan seksual yang terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5/2026), menegaskan bahwa pihak pemerintah berdiri di sisi pihak korban dan telah berkoordinasi bersama pihak pemerintah daerah demi menjalankan langkah-langkah perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan.

“Kami bersepakat demi menjalankan langkah-langkah pemulihan untuk seluruh pihak korban, sekaligus memikirkan bersama masa depan seluruh santri di pondok pesantren tersebut agar tetap dapat meneruskan pendidikannya,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Dalam pertemuan sejumlah pihak korban yang didampingi orang tua dan pengacara pihak korban di Pati, Saifullah menegaskan pentingnya menjamin akses pendidikan para santri di lingkungan yang aman dan nyaman.

Adapun terkait keberlanjutan pendidikan, menurut dia, keputusan akan ditentukan oleh pihak pemerintah daerah melalui koordinasi bersama Keaparatur negara kementerianan Agama dan instansi teknis setempat.

Kemensos dalam waktu dekat juga akan menjalankan pemetaan kondisi dan profil keluarga pihak korban agar program bantuan dan pendampingan lanjutan yang diberikan benar-benar sesuai bersama kebutuhan masing-masing pihak korban.

“Insyaallah, pendampingan akan dilakukan sampai tuntas. Kami juga mengutuk keras kejadian ini dan mengimbau aparat penegak hukum menyerahkan hukuman seberat-beratnya, bila perlu seumur hidup, agar menjadi pembelajaran untuk seluruh pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kemensos dalam mempercepat penanganan kasus tersebut.

Dia mengonfirmasi kasus pelecehan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, tersebut kini tengah dalam penanganan serius lintas keaparatur negara kementerianan dan lembaga guna menjamin keadilan untuk pihak korban serta keberlangsungan pendidikan para santri lainnya.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pati juga telah menyerahkan sejumlah program bantuan untuk para pihak korban.

“Kami telah membentuk satuan tugas khusus demi penanganan lanjutan yang berkoordinasi bersama Keaparatur negara kementerianan Agama dan Dinas Pendidikan guna mengonfirmasi seluruh aspek, baik hukum maupun sosial, tertangani bersama baik,” kata Risma.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *