Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mohamad Sobary menilai ada kecenderungan fanatisme buta terhadap program buatan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menutup ruang dialektika dan kritik intelektual.

Dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sobary menyoroti bagaimana Prabowo memandang dunia intelektual bersama sebelah mata.

Menurutnya, Prabowo cenderung menyaksikan dirinya sebagai sosok militer yang produktif, sementara kaum intelektual dianggap cuma penghasil kata-kata tanpa aksi nyata.

“Kemarahan dia itu urusannya bersama ketersinggungan pribadi, bersama cara dia memandang dirinya sebagai militer yang produktif dan kaum intelektual yang dianggap cuma memproduksi kata-kata barangkali jadi esai, barangkali jadi puisi,” ujar Sobary, dikutip Jumat (15/5/2026).

Padahal, menurut Sobary, esai, puisi, dan cara berpikir kultural merupakan instrumen penting demi melawan apa yang ia sebut sebagai ‘kedzaliman’ (kezaliman) politik yang terencana.

Sobary juga membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut program-program Prabowo kental bersama nuansa sosialisme kerakyatan.

Ia menegaskan bahwa apa yang dijalankan Prabowo tidak memiliki akar pada sosialisme kerakyatan. Menurutnya, tidak memiliki baik itu sosialisme komunis maupun sosialisme Islam.

“Enggak, enggak ada. Gak ada urusannya bersama sosialisme. Baik sosialisme komunis, sosialisme Islam, tidak ada hubungannya itu seluruh,” tegasnya.

Ia membandingkan bersama konsep “Rahmatan lil Alamin” dalam Islam yang menjamin keadilan untuk seluruh golongan. Sobary mempertanyakan apakah Prabowo sempat bersentuhan bersama gagasan tersebut.

Sebaliknya, ia menyaksikan Prabowo cuma terjebak pada fanatisme terhadap program buatannya sendiri.

Soroti Program MBG: ‘Dia Memandang Gagasannya Suci’

Salah satu poin krusial yang dikritik Sobary merupakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai Prabowo memperlihatkan sikap antikritik dan fanatik terhadap program tersebut, meskipun sejumlah pihak mempertanyakan kelayakan di dalamnya.

“Prabowo mempunyai program yang itu dia jatuh cinta kepada programnya itu sendiri, tidak dapat diganggu gugat. MBG itu kan program yang menciptakan dia fanatik. Bung, dalam dunia berpikir tidak boleh ada fanatisme,” kata Sobary.

Lebih lanjut, Sobary menyindir sikap Prabowo yang seolah memposisikan gagasannya sebagai sesuatu yang maksum atau tidak dapat salah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *