Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea melontarkan peringatan serius terkait tingginya harga gas industri yang dinilai mengawali menghantam sektor manufaktur dan berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Di tengah kekhawatiran tersebut, Andi mengaku kesulitan menyampaikan langsung persoalan itu kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahkan, menurutnya, bertemu Presiden Prabowo Subianto jauh makin mudah dibandingkan menemui Menteri ESDM.

“Kami telah berupaya bertemu Menteri ESDM, sampai pada hari ini kami merasa makin mudah saya bertemu bersama Presiden Prabowo daripada bertemu Menteri ESDM. Ini makin susah ketemu Bahlil,” kata Andi di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Menurut Andi, persoalan harga gas industri tidak dapat lagi dianggap sebagai isu biasa. Sebab, dampaknya mengawali dirasakan langsung oleh industri padat karya yang menjadi penopang jutaan tenaga kerja.

Andi menyebut biaya energi yang terus membengkak menciptakan sejumlah korporasi kesulitan menjaga daya saing dan keberlangsungan produksi.

“Karena gas industri ini akan menyebabkan badai PHK yang luar biasa dalam waktu terdekat. Gas industri telah tidak dapat tercapai, harganya telah tidak masuk akal,” katanya.

Ia juga mengungkap, dampak kenaikan harga gas telah mengawali terlihat di sejumlah sektor manufaktur, terutama industri keramik dan industri sepatu.

Banyak produk yang tidak terserap pasar berakibat menumpuk di gudang korporasi. Akibatnya, aktivitas produksi mengawali dikurangi.

“Banyak barang produksi dari pabrik-pabrik industri keramik, industri sepatu, menumpuk di gudang,” kata Andi.

Penurunan produksi tersebut, lanjut dia, mengawali berimbas langsung kepada pekerja. Sejumlah korporasi disebut mengurangi jam kerja pegawai lantaran kebutuhan produksi yang terus menurun.

“Dan akhirnya jam kerja para buruh ini menjadi dikurangi lantaran produksinya telah tidak ada lagi, lantaran gasnya telah tidak masuk akal lagi,” tuturnya.

Karena itu, Andi mendesak Menteri ESDM dalam waktu dekat turun tangan mencari solusi semasih belum persoalan ini berkembang menjadi krisis ketenagakerjaan yang makin besar.

Menurutnya, industri membutuhkan ketentuan pasokan gas bersama harga yang terjangkau agar roda produksi tetap berjalan dan lapangan kerja tidak hilang.

“Saya mengimbau Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar dalam waktu dekat mengambil kebijakan, keputusan tepat demi dalam waktu dekat gas industri ini diambil solusi permasalahannya,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *