MediaMerdeka.com – Setelah Herawati atau Hera, giliran mantan asisten rumah tangga Erin Taulany yang lain, Nur Rohma, bicara soal perlakuan kasar ibu tiga anak tersebut.
Jika Hera mengaku sampai dianiaya, Nur mendapat kekerasan psikis.
“Ada bahasa-bahasa yang tidak etis. Kalau lagi marah, keluar kata-kata yang tidak pantas disebutkan sebagai maapabilan,” kata Basuki, pengacara Nur di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026.
Nur Rohma lalu berkata singkat ucapan yang dilontarkan Erin Taulany kepadanya. “Tolol dan bego,” ucapnya.
Dari sejak saat itu hingga kasus ini muncul dan viral, psikologi Nur sampai terganggu. Bahkan efeknya dapat menciptakan mual.
“Ada mual-mual dan rasa pusing. Nah itu pengaruh dari tekanan psikologi yang dialami,” terang Basuki.
Bahkan kondisi ini terjadi saat Nur masih bekerja di rumah Erin Taulany. “Pusing, dadanya sakit, sesak gitu. Cemas jadi panik lantaran tekanan,” katanya.
Saat masih menjadi ART Erin Taulany, Nur tidak sempat berani bicara. Ia cuma memendam perasaan tersebut.
“Iya, ada tekanan, ada marah juga. Terus kan disuruh ngomong baik-baik juga kan pas pada hari semasih belumnya ke sini (polres),” kata Nur.
Beberapa hari lalu, Nur memang sempat datang ke Polres Metro Jakarta Selatan. Tujuannya demi menyerahkan keterangan sebagai saksi dari Erin Taulany.
Dalam wawancara sejumlah waktu lalu, Erin Taulany bersama kuasa hukumnya menyebutkan tidak ada intervensi apalagi sampai memaksa Nur mengucapkan sesuatu yang diarahkan.
Kini, Nur tidak lagi bekerja bersama Erin Taulany. Ia memilih kabur melompat pagar rumah ibu tiga anak tersebut.
Kondisinya pun jauh makin baik, di mana rasa mual-mual Nur telah berkurang.
“Paling pusing,” kata Nur.
Nur telah menjalankan pemeriksaan atas kondisinya ini ke dokter. Senin mendatang, ia akan menyambut baik hasil tes.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

