MediaMerdeka.com – Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Iran meluncurkan sedikitnya 10 rudal ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026).
Serangan ini terjadi cuma sejumlah jam setelah militer Israel menggempur pusat komando Hizbullah di Beirut, Lebanon.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menyambut baik kesepakatan damai bersama Iran.
“Dia tidak punya pilihan. Saya yang pegang kendali. Saya yang menentukan,” ujar Trump dilansir dari NY Post.
Trump juga mengonfirmasi bahwa eskalasi terbaru ini tidak akan mengtidak berhasilkan proses negosiasi antara Washington dan Teheran.
“Kesepakatan itu akan berdiri bersama sendirinya, atau tidak. Tapi ini tidak akan berdampak,” katanya.
Meski demikian, Trump mengaku tidak senang bersama serangan Israel ke Beirut yang disebutnya terlalu berani.
Trump juga menilai langkah Iran meluncurkan rudal tidak menolong proses diplomasi yang tengah berjalan.
“Apa yang saya sarankan ke Iran, kalian telah menembakkan rudal, itu cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan,” tegasnya.
Di sisi lain, Trump juga memamerkan kekuatan militer Amerika Serikat, termasuk blokade laut di Selat Hormuz yang disebut telah menekan ekonomi Iran.
Trump bahkan membuka kebarangkalian operasi militer apabila kesepakatan damai tidak berhasil tercapai.
Sementara itu, Iran menegaskan bahwa serangannya merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata yang disepakati pada April lalu.
Teheran menuding Israel dan Amerika Serikat terus menjalankan agresi, termasuk serangan ke Lebanon dan kapal-kapal Iran.
Penasihat pemimpin tertinggi Iran juga memperingatkan bahwa setiap balasan dari Israel akan dibayar bersama respons yang makin menghancurkan dan biaya yang makin besar.
Menurut laporan media Israel, Ynet, pihak militer mereka merespons bersama melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

