Pengusaha Logistik Curhat Harga BBM Naik: Tambahan Biaya Makin Menekan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang resmi diberlakukan mengawali 10 Juni 2026 diproyeksi bakal memicu efek domino terhadap biaya operasional di berbagai sektor usaha, tak terkecuali industri logistik dan kurir domestik.

Dinamika ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait potensi merangkaknya tarif distribusi barang serta beban ongkos kirim yang wajib dipikul oleh para tersangka tersangka usaha kreatif maupun masyarakat sekitar selaku konsumen akhir.

Merujuk pada draf harga terbaru, varian bensin Pertamax (RON 92) merasakan kenaikan signifikan menjadi Rp16.250 per liter dari posisi semasih belumnya sebesar Rp12.300 per liter pada awal bulan.

Langkah penyelarasan tarif juga menyasar pada produk Pertamax Green 95 yang harganya melonjak ke level Rp17.000 per liter dari tarif lama Rp12.900 per liter.

Agar tetap menarik minat konsumen, pengusaha pengiriman barang lantas menawarkan skema tarif miring. Solusi ini dinilai krusial untuk tersangka bisnis demi memangkas pembengkakan pos anggaran distribusi.

Menangkap pergeseran tren tersebut, sejumlah korporasi jasa kurir langsung mengambil langkah taktis bersama memperlebar aksesibilitas layanan segmen ekonomis agar keterjangkauan ongkos kirim tetap terjaga di pasaran.

Salah satunya oleh SiCepat Ekspres. Perusahaan jasa logistik ini secara resmi memperluas cakupan ketersediaan layanan pengiriman ekonomis andalan mereka, HALU (Harga Mulai Lima Ribu), yang dalam rekam jejaknya selama ini cuma eksklusif tertanam pada ekosistem platform marketplace.

Mulai pada hari ini, opsi pengiriman hemat tersebut telah dapat diakses secara fleksibel lewat fitur SiCepat Dashboard, aplikasi seluler SiCepat Ekspres, maupun melalui metode interaksi langsung di jaringan Drop Point SiCepat terdekat.

Pihak manajemen mengeklaim bahwa formula layanan HALU mampu menyaapabilan struktur tarif yang jauh makin kompetitif, yakni hingga 25 persen makin murah apabila dikomparasikan bersama biaya paket layanan reguler.

CEO SiCepat Ekspres Indonesia, Barry Lim, mengonfirmasi bahwa koreksi ke atas pada harga BBM komersial memang menyerahkan tekanan tambahan yang cukup menantang untuk struktur pembiayaan arus logistik nasional.

“Kenaikan harga BBM menyerahkan tekanan tambahan pada biaya logistik, baik demi tersangka usaha maupun konsumen akhir. Melalui perluasan layanan HALU, kami ingin menyerahkan alternatif yang makin terjangkau hingga 25% makin hemat dibandingkan layanan reguler agar kebutuhan distribusi tetap dapat berjalan efisien tanpa membebani biaya operasional,” urai Barry Lim di hadapan media, Rabu (10/6/2026).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *