Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026). Fasilitas layang khusus pejalan kaki itu digadang-gadang menjadi simpul integrasi transportasi terbesar di ibu kota.

Pedestrian deck tersebut dirancang menghubungkan enam moda transportasi massal sekaligus, yakni MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Transjakarta.

“Tadi disampaikan oleh Dirut MRT bahwa ini empat moda akan terkoneksikan. Padahal kenyataannya bukan cuma empat, menjadi enam moda terkoneksikan,” ujar Pramono.

Keberadaan fasilitas ini diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat sekitar sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Dukuh Atas yang selama ini menjadi salah satu titik tersibuk di Jakarta.

Tak cuma menjadi penghubung antarmoda, kawasan pedestrian deck juga diproyeksikan dilengkapi layanan keimigrasian yang terintegrasi bersama Kereta Bandara.

Selain itu, area tersebut akan menyediakan ruang untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bersama konsep duty free.

Di tengah antusiasme pembangunan, Pramono turut mengonfirmasi satu hal yang sempat menjadi perhatian publik, yakni keberadaan Patung Jenderal Sudirman.

“Yang teramat penting setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kita geser, supaya tidak menjadi polemik,” ucapnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebutkan masyarakat sekitar nantinya justru dapat menikmati pemandangan Patung Jenderal Sudirman dari jarak makin dekat melalui anjungan yang tersedia di pedestrian deck.

Dari sisi pembiayaan, Tuhiyat mengonfirmasi proyek tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

“Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta,” tegas Tuhiyat.

Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) serta Urban Renaissance yang telah menyusun kajian awal proyek tersebut.

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai kota bersama sistem transportasi publik yang terintegrasi dan modern.

“Semoga pembangunan ini akan menciptakan Jakarta menjadi semakin baik transportasinya,” pungkas mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *