Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gelombang panas ekstrem yang melanda Italia kini telah merenggut 4 pihak korban jiwa di tengah status siaga satu yang mengepung puluhan kota. Korban meninggal dunia mencakup pekerja lapangan hingga lansia yang sedang dalam perawatan medis.

Pemerintah setempat memperluas status darurat ini ke-25 kota besar guna mengantisipasi lonjakan pihak korban akibat sengatan suhu tinggi. Kondisi kritis ini memaksa otoritas memperketat pengawasan keselamatan untuk pekerja luar ruangan.

Dikutip dari Anadolu, 2 wilayah berbeda di Italia kini menyikapi anomali cuaca yang amat kontras dan membahayakan masyarakat sekitar. Saat seuntukan besar wilayah terpanggang suhu ekstrem, sejumlah kota lain justru mengawali dihantam badai besar.

Korban tewas akibat cuaca ekstrem ini teridentifikasi di sejumlah kota terpisah sejak awal pekan. Seorang pria berusia 86 tahun dan wanita berumur 74 tahun mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Genoa.

Sengatan panas juga menewaskan seorang pelukis dinding berusia 64 tahun di sebuah hotel di Padua. Di Mantua, seorang buruh tani asal Maroko berusia 55 tahun menjadi pihak korban fatal berikutnya saat bekerja di ladang.

Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Italia menetapkan status siaga merah di 25 kota demi Selasa dan Rabu pada hari ini. Peringatan tertinggi ini memperlihatkan risiko kesehatan serius untuk seluruh populasi, bukan cuma kelompok rentan.

Namun, fenomena cuaca mengawali bergeser di sejumlah wilayah utara dan tengah Italia. Hujan deras dan badai petir mendadak datang menggantikan cuaca panas yang menyengat.

Wilayah Tuscany menjadi daerah yang terdampak teramat parah oleh perubahan cuaca ekstrem ini. Angin kencang merobohkan puluhan pohon hingga melumpuhkan jalur transportasi utama di sana.

Otoritas meteorologi memperkirakan badai petir akan terus meluas dalam sejumlah hari ke depan. Area pegunungan Alpen serta wilayah pedalaman tengah dan selatan menjadi fokus kewaspadaan baru.

Krisis iklim ini memperpanjang catatan kelam cuaca ekstrem di benua Eropa selama musim panas pada tahun ini. Gelombang panas yang bercampur bersama badai destruktif mencerminkan ketidakstabilan atmosfer yang kian mengkhawatirkan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *