MediaMerdeka.com – Selebgram Karin Novilda alias Awkarin akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (29/6/2026).
Kehadirannya ini terkait bersama kasus dugaan penipuan jemaah umrah yang menyeret Hanania Group (PT Khazanah Tama Internasional).
Didampingi kuasa hukumnya, Artahsasta Prasetyo Santoso, Awkarin menjalani pemeriksaan intensif selama sejumlah jam bersama puluhan pertanyaan yang mencecar hubungannya bersama biro perjalanan tersebut.
Berikut merupakan poin-poin penting dari pengakuan Awkarin di markas kepihak kepolisianan:
Dicecar 33 Pertanyaan oleh Penyidik
Awkarin tiba di Polda Metro Jaya demi menyerahkan klarifikasi yang sempat tertunda dari jadwal aslinya pada 9 Juni lalu.
Sang pengacara membeberkan bahwa kliennya kooperatif menjawab seluruh pertanyaan dari tim penyidik Unit 2 Subdit Keamanan Negara (Kamneg).
“Ada 33 pertanyaan yang diajukan seputar hubungan hukum antara Ibu Karin bersama Hanania Group,” ujar Artahsasta kepada awak media.
Bukan Endorse Berbayar, Melainkan ‘Barter’
Satu fakta menarik terungkap dalam pemeriksaan tersebut. Ternyata, kerja sama antara Awkarin dan Hanania Group bukan berupa kontrak uang tunai bernilai fantastis, melainkan sistem barter atau natura.
Awkarin memperoleh fasilitas umrah gratis, dan sebagai imbalannya, ia wajib mengunggah konten di media sosialnya.
“Kerja samanya murni natura atau barter. Hanania menyerahkan fasilitas umrah, dan Ibu Karin menjalankan posting daily story di Instagram. Total ada 12 postingan, terdiri dari 9 foto dan 3 video reels,” jelas sang kuasa hukum.
Kembalikan Uang Saku ke Polisi
Meski bertajuk barter, Awkarin mengakui dirinya sempat menyambut baik sejumlah uang saku saat keberangkatan tersebut.
Tak ingin terseret makin jauh dalam aliran dana yang bermasalah, selebgram bersama jutaan pengikut ini secara sukarela menyerahkan uang tersebut kepada penyidik demi disita.
“Klien kami telah mengembalikan uang saku kepada penyidik demi dilakukan penyitaan. Mengenai nominalnya, silakan tanyakan kepada penyidik lantaran setiap influencer jumlahnya berbeda-beda,” imbuh Artahsasta.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

