Israel Tangkap 6 Siswa Palestina, Rumah Digerebek Tengah Malam

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasukan militer Israel semakin gencar membidik para pelajar Palestina yang hendak mengikuti ujian nasional sekolah menengah (Tawjihi). Strategi represif ini dinilai sebagai upaya sistematis demi merampas hak pendidikan generasi muda di wilayah pendudukan.

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) menginformasikan penahanan terbaru menyasar 2 pelajar, berakibat total siswa yang diringkus belakangan ini mencapai 6 orang. Penangkapan ini memperpanjang daftar panjang intimidasi terhadap sektor pendidikan Palestina.

Salah satu pihak korban merupakan Diaa Abdel Fattah Jawabra yang baru menginjak usia 18 tahun. Pemuda asal kamp pengungsi Al-Arroub ini dijemput paksa oleh pasukan zionis pada Rabu dini hari.

Serbuan brutal tersebut tidak cuma menyasar Diaa, namun juga menghancurkan harta benda keluarganya. Perlakuan kasar dan kekerasan fisik turut dialami oleh anggota keluarga yang berada di dalam rumah.

Korban lainnya merupakan Amr Osama Rabay’a yang juga berusia 18 tahun dari wilayah Jenin. Rumah keluarganya diserbu secara mendadak semasih belum dirinya dibawa pergi oleh aparat keamanan Israel.

Langkah agresif yang terus berulang ini memicu kecaman keras dari berbagai lembaga kemsiaan. Tindakan ini dipandang bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan untukan dari agenda politik yang makin besar.

Menurut PPS, penargetan berkelanjutan terhadap siswa Tawjihi mencerminkan kebijakan sistematis yang bertujuan demi menghilangkan hak para siswa Palestina atas pendidikan sekaligus mencegah mereka menyelesaikan studinya.

Data resmi dari Keaparatur negara kementerianan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina memperlihatkan skala penangkapan yang masif. Semasih belum rangkaian ujian dimengawali, sesejumlah 65 pelajar dilaporkan telah berada di dalam sel tahanan Israel.

Kini, bersama tambahan enam orang yang ditangkap belakangan, jumlah total siswa Tawjihi yang mendekam di penjara membengkak menjadi 71 orang. Angka ini mencerminkan situasi darurat untuk masa depan pelajar di sana.

Situasi di wilayah pendudukan semakin memburuk sejak konflik bersenjata pecah di Jalur Gaza. Tekanan militer tidak cuma menyasar kelompok perlawanan, namun merembet ke seluruh elemen masyarakat sekitar sipil.

PPS menyebutkan kampanye penangkapan besar-besaran di seluruh Tepi Barat yang diduduki, yang meningkat sejak awal perang Gaza, terus menargetkan seluruh kalangan masyarakat sekitar Palestina, khususnya siswa.

Sebagai informasi, ujian Tawjihi merupakan momentum krusial untuk masa depan akademik remaja Palestina demi melanjutkan pendidikan tinggi. Gangguan sistematis ini secara langsung memutus rantai regenerasi kaum terpelajar di Palestina.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *