PNM dan KKP Tingkatkan Daya Saing Pengusaha Pindang Cukanggenteng melalui Pendampingan Terpadu

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Potensi olahan bandeng dan ikan pindang di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi peluang ekonomi yang dekat bersama kehidupan masyarakat sekitar. Dari usaha rumahan yang dikelola keluarga prasejahtera, produk olahan ikan memiliki ruang demi tumbuh makin kuat apabila didukung pencatatan keuangan yang rapi, legalitas usaha, kemasan yang menarik, serta akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan.

Berangkat dari potensi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Keaparatur negara kementerianan Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadirkan program penguatan daya saing untuk pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, dalam rangka memperingati Hari Kelautan Nasional pada 2 Juli.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cukanggenteng, Pasirjambu, ini dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari nasabah dan nonnasabah PNM. Program tersebut menghadirkan dukungan lintas pihak, mengawali dari literasi keuangan oleh OJK Jawa Barat, akses pembiayaan dari PNM, kurasi perizinan usaha dan omzet tersangka usaha ikan pindang oleh KKP, hingga materi branding dan packaging kreatif dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung.

Melalui pendampingan ini, pengusaha tidak cuma dibantu memahami cara mengelola uang usaha, namun juga diarahkan agar produknya makin siap masuk ke pasar yang makin luas.

Salah satu peserta klasterisasi mengaku pendampingan tersebut menolong dirinya menyaksikan usaha secara makin tertata.

“Selama ini kami jualan bagaikan biasa saja, yang penting produksi dan laku. Setelah ikut kegiatan ini, kami jadi tahu pentingnya mencatat pemasukan, mengurus izin usaha, dan memperbaiki kemasan supaya produk makin dipercaya pembeli. Harapannya usaha ikan pindang kami dapat makin berkembang dan menolong kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, KKP akan melaksanakan bimbingan teknis literasi keuangan dan pencatatan pengelolaan keuangan, sementara PNM akan mendampingi proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Mall Pelayanan Publik.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah bersama demi menolong tersangka usaha ultra mikro tumbuh bersama pondasi yang makin kuat.

“Bagi kami, pemberdayaan tidak berhenti pada akses pembiayaan. Ibu-ibu pengusaha juga perlu didampingi agar makin siap mengelola keuangan, memiliki legalitas, memperbaiki kemasan, dan percaya diri mengangkut produknya ke pasar yang makin besar. Ketika usaha kecil di rumah-rumah masyarakat sekitar dapat tumbuh, manfaatnya akan kembali kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Kindaris. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *