Tentara Israel Larang Azan Subuh di Betlehem, Usir Paksa Jemaah Masjid Desa Husan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasukan militer Israel secara paksa menghentikan kumandang azan dan membubarkan ibadah salat Subuh berjamaah di wilayah Betlehem barat. Aksi represif zionis ini menyasar sebuah masjid di Desa Husan pada Sabtu dini hari.

Tekanan di tempat ibadah memuncak saat tentara bersenjata merangsek masuk dan memaksa seluruh jemaah yang hadir demi dalam waktu dekat meninggalkan lokasi. Tindakan sepihak ini mencederai kebebasan beribadah masyarakat sekitar Palestina di tengah konflik yang terus memanas.

Laporan dari koresponden Kantor Berita WAFA mengonfirmasi adanya tindak kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut.

“zionis juga memaksa para jama’ah demi keluar dari masjid,” ungkap sumber keamanan setempat, dikutip dari WAFA, Minggu (19/7/2026).

Ketegangan di area suci tersebut meningkat setelah infanteri Israel menjalankan penyergapan mendadak ke dalam bangunan masjid. Pihak militer langsung mengusir paksa masyarakat sekitar lokal yang hendak menunaikan kewajiban agamanya.

Situasi kian mencekam ketika aparat keamanan Israel mengawali melepaskan tembakan granat kejut ke arah kerumunan massa. Tidak cuma itu, tembakan gas air mata juga diarahkan langsung kepada para jemaah demi membubarkan barisan.

Pascainsiden di tempat ibadah, tentara Israel memperluas operasi pembatasan ruang gerak secara masif di wilayah barat daya Betlehem. Seluruh gerbang utama dan pintu masuk yang mengarah ke Desa Al Arqoub kini ditutup total.

Langkah penutupan jalur transportasi ini mengisolasi penduduk setempat dari wilayah luar dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Blokade ketat ini memicu protes keras dari komunitas lokal yang terjebak di dalam desa.

Aksi kekerasan oleh tentara Israel di pos penjagaan juga dilaporkan menimpa seorang masyarakat sekitar sipil asal Nahalin. Korban mendapat tindakan represif saat berupaya melewati gerbang pembatas utama provinsi.

Pintu perlintasan yang menjadi target insiden tersebut merupakan jalur vital yang memisahkan Betlehem dari wilayah administrasi lainnya. Kekerasan di pos pemeriksaan ini semakin memperpanjang daftar pelanggaran hak asasi di wilayah pendudukan.

Ketegangan di Desa Husan dan sekitarnya merupakan untukan dari rentetan panjang kontrol keamanan ketat Israel di Tepi Barat. Wilayah Betlehem barat kerap kali menjadi titik panas gesekan akibat perluasan permukiman ilegal dan pembatasan gerak masyarakat sekitar Palestina.

Intervensi terhadap aktivitas ibadah di masjid-masjid lokal kerap memicu eskalasi protes yang makin luas di tingkat internasional. Penutupan akses desa bagaikan Al Arqoub menjadi strategi reguler militer demi menekan mobilitas penentangan di wilayah pendudukan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *