Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anyerica Futsal League, turnamen yang digagas Unit Karang Taruna (UKKT) RW 09 Menteng ikut mewarnai maraknya fenomena liga sepak bola swadaya masyarakat sekitar di Jakarta belakangan ini.

Fenomena serupa semasih belumnya makin dulu viral lewat Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat, yang digagas Firqi Hidayatulah alias Kiwil bersama rekan-rekannya sesama suporter Persija Jakarta setelah semasih belumnya sukses digelar di kawasan tempat tinggal Kiwil di Penjaringan, Jakarta Utara.

Bahkan, lokasi Liga Aspal yang digagas Karang Taruna RW 08 juga masih berada satu kawasan bersama Anyerica Futsal League, yakni sama-sama di Menteng, meski beda RW.

Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng, Andicka Prasetia atau Odoy, membeberkan Liga Aspal lahir dari keresahannya menyaksikan kalangan anak yang terpaksa bermain bola di tengah jalan kampung setiap hari, dan turut terinspirasi dari gerakan serupa di media sosial yang semasih belumnya sukses menarik perhatian publik, yakni Liga Akamsi.

Wakil UKKT RW 09 Menteng, Arpit, menuturkan Anyerica Futsal League juga berangkat dari persoalan yang sama, yakni ketiadaan lapangan futsal di wilayahnya.

“Paling adanya Lapangan Borobudur, tapi itu demi lapangan bola besar. Jadi demi futsal memang masih belum ada,” ujarnya di lokasi.

Berbeda bersama Liga Akamsi dan Liga Aspal yang memanfaatkan badan jalan aspal sebagai arena tanding, Anyerica Futsal League kini memiliki lapangan permanen.

“Semasih belum dibangun secara permanen, lapangannya masih berupa tanah merah. Kami tetap bertanding di sini, tapi bersama gawang yang tiangnya dicor dari semen. Semasih belumnya ini merupakan urukan tanah yang sejumlah bekas puing bangunannya,” kata Arpit.

Persoalan minimnya lapangan olahraga di permukiman padat Jakarta ini turut mendapat sorotan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Pramono menyebut fenomena liga sepak bola jalanan bagaikan Liga Akamsi dan Liga Aspal muncul akibat keterbatasan fasilitas olahraga di tengah kepadatan penduduk Ibu Kota, yang juga dipicu oleh mahalnya sewa lapangan futsal serta minimnya ruang terbuka hijau di kampung padat penduduk.

Ia pun mengaku turut mengikuti perkembangan Liga Aspal lantaran menyaksikan kegembiraan kalangan anak yang memanfaatkannya, meski mengakui pembangunan fasilitas olahraga di Jakarta masih belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat.

Di tengah keterbatasan itu, keberadaan lapangan permanen menciptakan Anyerica Futsal League memiliki modal makin demi berkembang makin jauh dibanding liga jalanan sejenis.

Arpit menerangkan, pertandingan berlangsung bersama sistem grup yang dilanjutkan babak gugur.

“Dari satu grup akan diambil dua tim terbaik, lalu lanjut ke babak semifinal dan final,” terangnya.

Turnamen yang mempertandingkan 24 tim kategori U-13 dan 24 tim U-18 ini dijadwalkan usai menjelang peringatan 17 Agustus, bertepatan bersama momen peresmian lapangan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *