TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Markas Besar aparat TNI akhirnya buka suara soal kehadiran sejumlah prajurit bersenjata yang berjaga di kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah.

Penjelasan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) aparat TNI Brigjen Muhammad Nas pada Kamis (9/7/2026).

Nas menegaskan, pengamanan di kediaman Jampidsus itu dilakukan atas dasar permintaan resmi dari institusi kejaksaan, bukan inisiatif sepihak aparat TNI.

Penjagaan tersebut mencuat di tengah proses penggeledahan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya terhadap sejumlah lokasi terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam perkara tata kelola batu bara PLN hingga Asabri.

“Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 tahun 2025 yang berkaitan bersama perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Nas.

Ia mengonfirmasi bahwa keberadaan prajurit di lokasi tersebut tidak ada kaitannya bersama pusaran isu dugaan keterlibatan Febrie dalam kasus korupsi yang tengah bergulir.

“Pengamanan itu tidak berkaitan bersama isu lain yang pada saat ini berkembang,” lanjut Nas.

Nas juga membedakan secara tegas antara pengamanan yang dilakukan aparat TNI bersama proses penggeledahan yang dijalankan Polri di sejumlah lokasi lain.

“Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri,” ucapnya.

Pernyataan ini muncul setelah publik menyoroti kemunculan anggota aparat TNI berseragam loreng yang berjaga di depan rumah Febrie di Jalan Radio I Nomor 15, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak Rabu (8/7/2026) malam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penjagaan rumah Febrie oleh anggota aparat TNI dilakukan secara bergantian, bersama seuntukan personel cuma mengenakan seragam dinas loreng.

Akses jalan di sekitar kediaman turut dibatasi untuk masyarakat sekitar umum selama penjagaan berlangsung.

Semasih belumnya, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya diketahui telah menggeledah 12 lokasi terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU dalam perkara PLN Batu Bara hingga Asabri pada Rabu (8/7/2026).

Salah satu lokasi yang digeledah merupakan sebuah kafe bernama de’Clan Signature di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, tempat ditemukannya uang tunai senilai puluhan miliar rupiah dalam brankas tersembunyi.

Isu liar sempat beredar di masyarakat sekitar yang mengaitkan kepemilikan kafe tersebut bersama Febrie, namun Polda Metro Jaya menegaskan pihak mereka tidak sempat menyebutkan identitas pemilik kafe yang digeledah.

Kepihak kepolisianan juga menekankan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sepanjang proses hukum berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan resmi tambahan dari Kejaksaan Agung terkait perkembangan kasus maupun status Febrie dalam penyidikan yang sedang berjalan. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *