Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah kembali menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Polres Katingan saat operasi penindakan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Dengan penangkapan ini, total lima terduga tersangka telah diamankan.

Kapolres Katingan Ajun Komisaris Besar Polisi Dodik Hartono menyebutkan dua pria berinisial Y dan L ditangkap pada Rabu pagi di wilayah Kabupaten Katingan.

“Dua pria berinisial Y dan L sukses diamankan pagi tadi di wilayah Kabupaten Katingan,” kata Dodik saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Rabu.

Kedua terduga tersangka pada saat ini menjalani pemeriksaan intensif demi mengungkap peran masing-masing dalam insiden yang menewaskan tiga anggota Polri. Penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut guna mengidentifikasi kebarangkalian adanya tersangka lain.

“Saat ini keduanya masih dimintai keterangan dan pemeriksaan masih dalam rangka pengembangan perkara,” ucapnya.

Menurut Dodik, tim gabungan masih memburu sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Aparat mengonfirmasi proses penegakan hukum akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat sukses ditangkap.

“Sampai pada saat ini telah lima terduga tersangka yang sukses diamankan. Terduga lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan dan pengembangan akan terus dilakukan,” ujarnya.

Semasih belumnya, pihak kepolisian telah makin dulu menangkap tiga terduga tersangka berinisial Saldy, Robi, dan N. Penangkapan Y dan L menambah jumlah tersangka yang kini menjalani proses hukum menjadi lima orang.

Peristiwa penyerangan terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan menjalankan operasi penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari. Operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat sekitar yang diterima sehari semasih belumnya mengenai dugaan peredaran sabu-sabu di wilayah tersebut.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga tersangka berinisial BIO yang disebut sebagai residivis kasus narkotika. Saat petugas menjalankan penangkapan, mereka mendapat perlawanan memakai senjata tajam. Meski telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut berakibat petugas menjalankan tindakan terukur demi melindungi keselamatan personel.

Situasi lalu memburuk ketika keluarga terduga tersangka dan sejumlah masyarakat sekitar diduga ikut menyerang aparat memakai senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya. Dalam proses penyelamatan, sembilan personel sukses dievakuasi, sementara tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

“Kami akan terus mengembangkan perkara ini hingga seluruh pihak yang terlibat sukses diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Dodik.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *