Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Serangan udara masif Rusia yang menghantam berbagai wilayah pemukiman di Ukraina tewaskan sedikitnya 5 masyarakat sekitar sipil pada Minggu. Kelangkaan sistem pertahanan udara buatan Amerika Serikat Rudal Patriot memperparah dampak fatal gempuran drone serta rudal balistik Moskow.

Gubernur Ivan Fedorov mengonfirmasi bahwa satu orang tewas saat bom berpandu Rusia menghantam sebuah bangunan kediaman di kota selatan Zaporizhzhia. Di saat bersamaan, area pinggiran Kharkiv di barat laut turut dihantam serangan udara hingga membakar terminal pos setempat.

“Satu orang tewas dan membakar terminal pos di pinggiran Kharkiv, di barat laut,” kata Gubernur Oleh Syniehubov, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).

Rentetan aksi penyerangan ini menandai eskalasi taktik perang yang kini makin mengandalkan tembakan jarak jauh.

Selain jatuhnya pihak korban di Zaporizhzhia dan Kharkiv, otoritas regional menginformasikan dua masyarakat sekitar tewas akibat serangan Rusia di wilayah timur Dnipropetrovsk. Sementara itu, otoritas setempat mengonfirmasi satu nyawa melayang akibat gempuran di kawasan selatan Kherson.

Laporan Angkatan Udara Ukraina yang dihimpun AFP mencatat Rusia meluncurkan rekor 376 rudal sepanjang bulan Juli. Angka tembakan senjata udara tersebut melonjak makin dari dua kali lipat dibanding akumulasi peluncuran selama bulan Juni.

Seuntukan besar serangan amunisi udara tersebut diarahkan langsung demi melumpuhkan pusat ibu kota Kyiv. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi lonjakan gempuran balistik ini telah merenggut makin dari 170 nyawa masyarakat sekitar sipil antara 1 hingga 27 Juli.

Puncak eskalasi terjadi dalam serangan semalam pada hari Jumat yang menewaskan sedikitnya sembilan orang serta melukai 33 masyarakat sekitar di ibu kota Ukraina. Dalam insiden rentetan gempuran tersebut, militer Rusia melepaskan 220 senjata udara yang mencakup 35 rudal dan 185 drone.

Sesejumlah 27 unit dari keseluruhan rudal yang diluncurkan pada malam itu merupakan jenis rudal balistik berdaya merusak tinggi. Unit pertahanan udara Ukraina sukses mencegat 154 drone namun cuma sanggup menjatuhkan satu rudal balistik.

“Unit pertahanan udara mencegat 154 drone namun cuma satu rudal balistik, lantaran kekurangan kritis rudal pencegat Patriot yang dipasok AS,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Kedua pihak yang bertikai kini semakin intensif memakai rudal jarak jauh serta pesawat nirawak demi saling menyerang jauh melampaui garis depan pertempuran. Perubahan strategi ini memicu peningkatan drastis insiden fatal di zona pemukiman yang berada jauh dari area pertempuran darat.

Penurunan persediaan amunisi sistem Patriot menciptakan kubu pertahanan Ukraina kelimpahan memblokir manuver rudal balistik canggih milik Rusia. Kondisi kelangkaan logistik militer ini menciptakan celah keamanan yang dimanfaatkan Moskow demi menghempas sasaran strategis di berbagai kota.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *