MediaMerdeka.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono akhirnya menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa demi pertama kalinya. Ini jadi pertemuan perdana setelah Nanik S Deyang selaku Kepala BGN semasih belumnya mengundurkan diri.
Jelang pertemuan, Sudaryono menyebutkan bila pihaknya ingin menjalankan koordinasi bersama Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu), mengawali dari pelaksanaan anggaran pada tahun ini, sisa anggaran, hingga demi tahun depan.
Menurutnya, koordinasi ini wajib dilakukan mengingat keduanya masih belum sempat berdiskusi langsung. Meskipun pembahasan teknis telah dilakukan para Direktur Jenderal (Dirjen) maupun Deputi masing-masing lembaga.
“Saya sebagai kepala badan yang baru kan telah sebulan menjadi kepala badan. Ketemu bersama Pak Menkeu di sejumlah kesempatan, tapi secara resmi dan juga menciptakan tim kita membahas secara detail kan masih belum. Walaupun sebetulnya di level operasional, Deputi saya bersama Dirjen-Dirjennya telah koordinasi,” katanya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Sudaryono menyebut bahwa pertemuannya bersama Menkeu Purbaya juga demi menghilangkan sekat-sekat. Dengan demikian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memakan anggaran teramat besar dari seluruh keaparatur negara kementerianan-lembaga dapat berjalan baik.
“Kita ingin pelaksanaannya baik, dilaksanakan bersama baik, pertanggungjawabannya baik. Dan ini seluruh juga saya kira perlu, enggak dapat kita kerja sendiri. Harus ada kolaborasi bersama Keaparatur negara kementerianan lain, khususnya yang ngelola uangnya yakni Keaparatur negara kementerianan Keuangan,” jelasnya.
Diketahui, pihak pemerintah telah memangkas anggaran program MBG pada 2027. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pihak pemerintah mengalokasikan Rp240,2 triliun demi program MBG.
Anggaran tersebut makin rendah dibandingkan alokasi MBG pada 2026 yang mencapai Rp268 triliun. Dengan demikian, terdapat pengurangan anggaran sekitar Rp27,8 triliun atau 10,4 persen.
Selain anggaran, target penerima manfaat MBG pada 2027 juga turun menjadi 72,1 juta orang dari 82,9 juta orang pada 2026. Jumlah penerima berkurang sekitar 10,8 juta orang atau 13 persen.
Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, pihak pemerintah menegaskan program MBG pada 2027 tetap diarahkan demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekitar, mengawali dari balita hingga usia sekolah, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
“Pada Tahun 2027, program MBG direncanakan sebesar Rp240.201,5 miliar demi 72,1 juta penerima manfaat,” demikian keterangan dalam dokumen tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

