Sempat Minus, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus di Juli 2026

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar 120 juta dolar AS pada Juli 2026. Capaian ini diraih setelah neraca perdagangan sempat mencatat defisit pada Mei dan Juni.

Neraca perdagangan Indonesia merasakan defisit masing-masing 1,61 miliar dolar AS pada Mei dan 450 juta dolar AS Juni 2026.

Defisit pada Mei dan Juni itu terjadi setelah Indonesia terus menikmati surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak 6 tahun terakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9/2026) membeberkan pada Juli 2026, neraca dagang Indonesia surplus sebesar 120 juta miliar dolar AS, bersama ekspor 26,22 miliar dolar AS yang naik 6,05 yoy, dan impor 26,09 miliar dolar AS yang naik 27,02 persen secara tahunan.

Di periode ini menurut Ateng, industri pengolahan tetap menyerahkan kontribusi terbesar ekspor nonmigas bersama angka 21,76 miliar dolar AS, pertambangan 3,10 miliar dolar AS, serta pertanian, kehutanan dan perikanan 0,57 miliar dolar AS.

Menurut penggunaan di periode Juli 2026, impor didominasi oleh bahan baku/penolong yang mencapai 18,76 miliar dolar AS, barang modal 5,10 miliar dolar AS, dan barang konsumsi 2,24 miliar dolar AS.

Secara akumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia merasakan surplus senilai 3,70 miliar dolar AS pada periode Januari-Juli 2026.

Dari angka tersebut, ekspor kumulatif di periode itu tercatat 167,03 miliar dolar AS atau naik 4,43 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang sebesar 159,95 miliar dolar AS.

Menurut sektor, industri pengolahan menyumbang 137,26 miliar dolar AS dari total ekspor kumulatif, pertambangan dan lainnya 19,60 miliar dolar AS, serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 3,15 miliar dolar AS.

Sedangkan demi impor sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 163,33 miliar dolar AS yang meningkat 19,94 persen secara tahunan, bersama andil penggunaan didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 116,70 miliar dolar AS, diikuti barang modal 32,46 miliar dolar AS, dan barang konsumsi 14,16 miliar dolar AS.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *