Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso angkat bicara soal beredarnya beras fortifikasi abal-abal di pasaran. Ia menegaskan pihaknya bakal menjalankan pengawasan demi mengonfirmasi beras fortifikasi yang beredar sesuai bersama kandungan yang dicantumkan pada kemasan.

Budi menyebutkan pihak pemerintah akan terus memantau peredaran beras fortifikasi, termasuk kesesuaian kandungan bersama informasi yang disampaikan produsen. Pengawasan juga dilakukan bersama bersama pembinaan kepada tersangka usaha.

“Ya kita, kita ikut monitor terus ya lantaran memang HET demi beras kan di Bapanas ya. Tapi kita terus akan menjalankan pengawasan ya terutama. Jadi bila bila fortifikasi ini jangan sampai beras yang beredar tidak sesuai bersama ingredient atau kandungan yang dia tulis di dalam packing-nya itu,” ujar Budi di Jakarta, dikutip Jumat (28/8/2026).

Budi mengakui masih belum ada aturan yang memperketat peredaran beras fortifikasi tak sesuai keterangan isi kandungan. Karena itu, pihaknya akan menjalankan pembinaan kepada para pedagang di pasar.

“Kita terus menjalankan pengawasan dan pembinaan. Ya, jangan sampai itu menyalahi aturan, walaupun sampai kini memang masih belum ada aturan khusus, ya barangkali dari, dari Bapanas barangkali akan mengatur itu ya,” ucapnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) semasih belumnya menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam peredaran beras fortifikasi di ritel modern. Temuan tersebut mencakup persoalan administrasi, klaim kandungan gizi, hingga harga jual yang disebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium.

Hingga awal Agustus 2026, Bapanas telah mengumpulkan 134 sampel dari 28 nama dagang yang berasal dari 11 korporasi dan tercatat dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).

Dari hasil pengawasan terhadap produk tersebut, Bapanas menemukan 15 merek dagang dari 11 produsen yang diuji di laboratorium. Hasil pengujian memperlihatkan 93 persen produk tidak memenuhi syarat klaim sebagai beras fortifikasi maupun beras diperkaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *