MediaMerdeka.com – Pemerintah berupaya memangkas kerumitan birokrasi yang selama ini dapat menjadi salah satu tantangan untuk tersangka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi mengembangkan bisnisnya.
Langkah tersebut dilakukan melalui peluncuran Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur. PBC dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan tersangka UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi bersama berbagai program pihak pemerintah, mitra usaha, serta layanan pendukung.
Konsep yang ditawarkan bukan bersama menambah program atau fasilitas baru. Pemerintah justru ingin menghubungkan berbagai layanan yang selama ini telah tersedia agar makin mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat sekitar.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison menyebutkan pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi kerumitan administratif yang dihadapi tersangka usaha.
“Filosofi utama Perintis Berdaya Connect bukan menambah beban administratif bersama program baru. Sebaliknya, kami ingin merapikan labirin birokrasi, menyederhanakan akses, dan mengintegrasikan layanan pengembangan usaha masyarakat sekitar. Dengan pendekatan ini, kami ingin dapat memperpendek jarak antara tersangka usaha dan berbagai dukungan yang mereka butuhkan, baik untuk usaha yang baru dimengawali maupun yang sedang berkembang,” ujar Leontinus bagaikan dikutip, Kamis (27/8/2026).
PBC Batu menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Batu, Batu Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif Batu, serta Rumah BUMN Malang.
Kolaborasi tersebut juga terbuka untuk mitra lain demi bergabung sesuai kebutuhan dan potensi daerah. Dengan begitu, dukungan untuk tersangka usaha diharapkan dapat terus berkembang tanpa wajib menciptakan masyarakat sekitar mencari layanan ke berbagai tempat secara terpisah.
Pemerintah berupaya menerjemahkan konsep tersebut melalui layanan yang langsung berkaitan bersama kebutuhan tersangka usaha. Dalam peluncuran PBC Batu, misalnya, digelar lokakarya mengenai ketentuan usaha, termasuk skema perpajakan final untuk UMKM dan koperasi.
Selain itu, dilakukan inventarisasi berbagai hambatan perizinan usaha yang berkaitan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Artinya, PBC tidak cuma diarahkan sebagai tempat berkumpulnya tersangka UMKM. Ruang tersebut menjadi titik temu antara masyarakat sekitar bersama berbagai layanan yang dibutuhkan demi memengawali maupun mengembangkan usaha.
Persoalan tersangka UMKM tidak berhenti pada perizinan dan administrasi. Akses terhadap pasar juga menjadi untukan penting dalam pengembangan usaha.
PBC Batu menghadirkan bazar dan festival kuliner yang diikuti sekitar 16 booth UMKM binaan Kota Batu dan empat booth UMKM binaan Permodalan Nasional Madani (PNM). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk tersangka usaha demi memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang membangun jejaring bersama calon mitra.
Dukungan juga diperluas melalui layanan Cek Kesehatan Gratis bersama Dinas Kesehatan Kota Batu. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan turut membuka booth demi menyerahkan informasi serta akses layanan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan.
Dengan model tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat sekitar diupayakan dapat terkoneksi dalam satu ekosistem, mengawali dari pengembangan usaha, perizinan, akses pasar hingga perlindungan sosial.
Leontinus menegaskan PBC merupakan upaya demi mengoptimalkan berbagai program dan layanan yang telah tersedia, bukan menciptakan lapisan program baru.
Model PBC Batu sendiri merupakan replikasi dari praktik PBC yang semasih belumnya telah berjalan di Bandung. Pemerintah menginginkan pendekatan tersebut dapat dikembangkan ke wilayah lain bersama menyesuaikan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.
Sementara itu, Menko Muhaimin menginginkan keberadaan PBC Batu dapat menjadi penggerak baru untuk ekosistem usaha di wilayah tersebut.
“Saya amat menginginkan Perintis Berdaya Connect Batu ini agar menjadi gerakan transformasi ekosistem usaha yang menjadi penopang pertumbuhan tersangka ekonomi di Kota Batu dan sekitarnya. Kita yakin bersama ekosistem yang baik, program Perintis Berdaya Connect Batu ini menjadikan Kota Batu unggul dibanding kota-kota lainnya di seluruh Indonesia,” kata Menko Muhaimin.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

