PHE Perkuat Peran Indonesia dalam Pengembangan Carbon Capture and Storage di Kawasan Regional

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus mendorong pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia demi memperkuat peran Indonesia dalam membangun jaringan CCS lintas negara (regional). Hal tersebut disampaikan Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Danusaputro, dalam International Indonesia CCS Forum (IICCS Forum) 2026 di Jakarta, 26–27 Agustus 2026.

Dannif menyampaikan, Indonesia memiliki peluang strategis menjadi penggerak konektivitas CCS regional bersama memanfaatkan potensi geologi, kedekatan bersama negara-negara di kawasan, serta pengembangan infrastruktur bersama. Salah satu peluang tersebut terdapat di Asri Basin yang memiliki potensi penyimpanan karbon dan dapat dikembangkan sebagai CCS hub demi mengonsolidasikan volume CO dari sumber domestik maupun regional.

“Indonesia dapat menjadi jangkar untuk terbentuknya jaringan CCS regional. Pengembangan dalam skala regional dapat dimengawali dari satu proyek jangkar, yang lalu berkembang melalui pemanfaatan infrastruktur bersama,” kata Dannif.

Menurutnya, percepatan CCS lintas negara membutuhkan penyelarasan regulasi, ketentuan permintaan dan skema komersial, integrasi seluruh rantai nilai, serta kepercayaan terhadap aspek keselamatan. Penyelarasan tersebut mencakup perizinan, penghitungan CO, Monitoring, Reporting and Verification (MRV), akses data, dan tanggung jawab jangka panjang.

“Seluruh rantai nilai wajib direncanakan secara terintegrasi, mengawali dari penangkapan, pengangkutan, terminal, jaringan pipa, hingga penyimpanan CO,” ujar Dannif.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, PHE menjalankan pengembangan teknis, kerangka pendukung, serta pasar dan ekosistem CCS secara paralel. Dari sisi teknis, PHE mengintegrasikan desain sistem pengangkutan CO, terminal, jaringan pipa, sumur, dan fasilitas penyimpanan serta penyusunan lingkup kerja yang siap memasuki tahap FEED, pelaksanaan HAZID, kajian geomekanika, serta perencanaan Monitoring, Measurement, and Verification (MMV).

PHE juga menyelaraskan struktur komersial bersama regulasi CCS Indonesia, mendukung kerja sama antarpihak pemerintah terkait MRV dan pertukaran data, serta memperluas kolaborasi bersama industri penghasil emisi CO, penyedia jasa, sektor pelayaran, rekayasa, dan pemodal strategis.

Ke depan, PHE akan melanjutkan sejumlah langkah kunci, mengawali dari penyelesaian kerangka bilateral dan komitmen dari para industri penghasil emisi CO, appraisal dan FEED, hingga keputusan investasi dan peningkatan skala menuju jaringan CCS regional. Dengan pendekatan tersebut, PHE mendorong CCS tidak cuma sebagai fasilitas penyimpanan CO, namun sebagai untukan dari ekosistem dekarbonisasi regional yang terhubung.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa menjunjung tinggi integritas melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola korporasi yang baik, serta upaya pencegahan fraud demi mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *