Debat Panas Rocky Gerung vs AMPB Soal Hukuman Mati Koruptor hingga Risiko Salah Eksekusi

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Akademisi Rocky Gerung dikabarkan sempat beradu argumen bersama perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengenai hukuman mati demi koruptor.

Rocky Gerung menilai hukuman mati tidak boleh dilakukan di Indonesia lantaran adanya kebarangkalian kesalahan dalam proses peradilan.

Di sisi lain, AMPB menilai kuatnya tuntutan hukuman mati dapat menyerahkan sanksi berat dan efek jera untuk tersangka tidak pidana korupsi.

“Prinsip kita di Indonesia itu nggak boleh hukuman mati,” kata Rocky dalam sebuah video yang diunggah akun @reset.feeds pada Kamis (3/9/2026).

Menurut Rocky, tersangka korupsi justru tidak diadili bersama benar apabila dijatuhi hukuman mati namun terjadi kesalahan pada proses hukumnya.

“Kalau ada 10 orang, 9 orang hukuman mati, satu tidak. Yang 9 ini ternyata tidak bersalah, yang satu ini bersalah gimana?” ujar Rocky.

“Rakyat Indonesia sepakatnya koruptor itu dibunuh,” tegas perwakilan AMPB.

“Kalau anakmu, istrimu dihukum mati tapi kamu tahu dia tidak bersalah. Dia dimasukkan dalam sistem yang tidak adil. Sistem ini dapat menghukum mati orang,” tegas Rocky.

“PR saya, hukuman mati itu teramat efektif,” tandas perwakilan AMPB.

Semasih belumnya, sejumlah elemen masyarakat sekitar menggelar aksi unjuk rasa di depan kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Pada kesempatan itu, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menyebutkan terdapat dua tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Pertama, mereka mendesak DPR RI dan pihak pemerintah dalam waktu dekat mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset. Kedua, AMPB mengimbau penerapan hukuman terberat terhadap tersangka korupsi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *