Keracunan MBG Mendunia, Media Internasional Miris Ratusan Siswa Jadi Korban

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – MBG atau makan bergizi gratis mendunia. Bukan lantaran manfaat tapi lantaran telah sejumlah pihak korban berjatuhan lantaran program ambisius Presiden Prabowo Subianto Ini.

Salah satu media internasional yang menyoroti MBG merupakan media Inggris, Daily Mail. Dalam unggahan resmi instagramnya, mereka menyoroti Lebih dari 600 siswa di  Java Timur Indonesia dirawat di rumah sakit bersama keracunan makanan yang diyaki didikarenakankan oleh makanan yang disediakan MBG.

“Presiden Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan program bernilai miliaran dolar demi mencegah kekurangan gizi pada tahun lalu bersama menyerahkan makanan gratis kepada puluhan juta anak, namun program ini merasakan kontroversi,” tulis Daily Mail.

“Telah terjadi kasus keracunan makanan massal yang terkait bersama program ini. Pada 8 Agustus, setidaknya 37.600 kasus keracunan makanan yang terkait bersama program ini telah terjadi, menurut Network for Education.”

Sorotan tajam juga datang dari media berbasis di Timur Tengah, Al Jazeera. Mereka menyoroti ketimpangan antara kucuran dana yang fantastis dan jaminan keselamatan penerima bantuan.

Pemerintah mengucurkan dana triliunan rupiah setiap hari demi menopang operasional distribusi pangan gratis ini. Namun, efektivitas penggunaan anggaran raksasa tersebut kini dipertanyakan oleh sejumlah pihak internasional.

“Ribuan kasus telah dikaitkan bersama program senilai US$4,3 miliar yang diluncurkan tahun lalu tersebut,” tulis Al Jazeera di Instagram resminya, Rabu (2/9/2026).

Sementara itu, media Singapura Channel News Asia (CNA) turut menyiarkan tingginya angka kasus gangguan kesehatan akibat konsumsi hidangan program ini.

CNA merujuk pada temuan data pengawasan independen demi menggambarkan masifnya dampak masalah ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *