Puluhan Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Batal, Buntut Letusan Gunung Anak Krakatau

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Letusan hebat Gunung Anak Krakatau mendadak melumpuhkan konektivitas udara antara Singapura dan Jakarta. Imbas letusan gunung berapi tersebut memaksa puluhan jadwal penerbangan antarnegara mendadak dibatalkan.

Eskalasi bahaya debu vulkanik kini memicu penumpukan calon penumpang dalam jumlah besar di Bandara Changi. Penutupan jalur penerbangan dilakukan demi menghindari risiko keselamatan penerbangan akibat jarak pandang dan material abu.

Dikutip dari The Straits Times, sejumlah maskapai penerbangan internasional langsung mengambil tindakan darurat demi mengamankan operasional armada mereka. Langkah pencegahan ini memicu kekacauan jadwal pada rute komersial teramat sibuk di Asia Tenggara tersebut.

Singapore Airlines (SIA) mengonfirmasi pembatalan sedikitnya 19 penerbangan dari dan menuju Jakarta pada 6 September. Rute yang terdampak mencakup penerbangan pagi hingga malam hari, bagaikan SQ950, SQ952, SQ956, SQ953, SQ955, hingga SQ968D.

Langkah serupa diambil oleh anak korporasi berbiaya murah milik SIA, Scoot, yang membatalkan 12 penerbangan pada hari yang sama, termasuk nomor penerbangan TR274, TR275, TR276, TR277, TR308, dan TR309.

Dampak penyebaran material erupsi tidak cuma memukul maskapai nasional Singapura semata. Sejumlah maskapai komersial lain yang melayani rute regional terpaksa merombak total jadwal operasional harian mereka.

Maskapai TransNusa, Citilink, Garuda Indonesia, dan Batik Air turut menyesuaikan operasional penerbangan mereka. Penyesuaian ini mencakup penundaan hingga penjadwalan ulang rute penerbangan domestik maupun internasional.

Kondisi darurat ini memicu imbauan khusus untuk seluruh calon penumpang yang berada di kawasan bandara. Otoritas penerbangan mengimbau masyarakat sekitar aktif mengonfirmasi status keberangkatan mereka secara mandiri.

Pengelola Bandara Changi mengimbau seluruh calon penumpang demi terus memantau pembaruan status penerbangan dari masing-masing maskapai secara berkala. Pemantauan berkala diperlukan guna mengantisipasi perubahan jadwal susulan akibat dinamika aktivitas vulkanik.

Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda memang memiliki catatan sejarah erupsi yang kerap mengganggu jalur udara regional. Debu vulkanik hasil letusan amat berbahaya untuk mesin pesawat lantaran dapat menyebabkan mati mesin mendadak saat mengudara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *