Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah Vietnam

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepihak kepolisianan Vietnam resmi menahan Deputi Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan keterlibatan skandal korupsi suap bernilai raksasa, Rabu pada hari semasih belumnya. Penangkapan aparatur negara tinggi ini menandai babak baru pembongkaran praktik mafia impor peralatan medis yang merugikan keuangan negara di Vietnam.

Kasus hukum yang menjerat dokter spesialis kanker terkemuka tersebut berpusat pada penyelewengan regulasi akuntansi dan aksi penyelundupan obat-obatan. Penyidik mensinyalir adanya aliran dana ilegal berulang dari pihak swasta demi mengamankan posisi bisnis impor alkes ilegal.

Langkah tegas aparat keamanan ini membongkar pola korupsi sistemik yang melibatkan aparatur negara keaparatur negara kementerianan aktif bersama korporasi penyedia fasilitas medis. Skandal tersebut memperlihatkan bagaimana jaringan importir nakal memanipulasi izin pihak pemerintah demi meraup keuntungan pribadi.

“Deputi Menteri Kesehatan Tran Van Thuan diambil tindakannya lantaran penerimaan suap yang melibatkan sejumlah besar uang,” ungkap keaparatur negara kementerianan keamanan publik dalam sebuah pernyataan, dikutip dari inquirer.

Thuan, 56 tahun, diangkat menjadi deputi aparatur negara kementerian kesehatan pada tahun 2020 dan ketua Dewan Medis Nasional pada tahun 2024.

Penangkapannya terjadi sebagai untukan dari penyelidikan pihak kepolisian yang melibatkan penyelundupan dan pelanggaran peraturan akuntansi yang menyebabkan konsekuensi serius di Viet My Medical Investment Joint Stock Company, kata pernyataan keaparatur negara kementerianan tersebut.

Aparat hukum bergerak cepat bersama meringkus dua eksekutif puncak beserta seorang akuntan dari korporasi swasta tersebut. Perusahaan ini diduga kuat sengaja didirikan sebagai kedok demi menaikkan harga jual produk kesehatan semasih belum disalurkan ke pasar domestik.

Jaringan bisnis ilegal ini membeli alkes serta obat-obatan dari Singapura dan Hong Kong semasih belum menyelundupkannya masuk ke wilayah Vietnam. Selain pemalsuan harga, pimpinan korporasi tersebut dituduh berusaha meloloskan komoditas medis tanpa dokumen resmi.

Hingga pada saat ini, pihak media masih belum sukses menghubungi perwakilan Viet My Medical Investment Joint Stock Company demi mengimbau konfirmasi.

Penindakan tajam ini menegaskan komitmen pihak pemerintah dalam menyapu bersih praktik curang di sektor pelayanan publik.

Gebrakan antikorupsi besar-besaran di Vietnam yang diakselerasi oleh Presiden To Lam telah menyingkirkan sejumlah penentangnya, menurut para analis, menjadikannya pemimpin teramat dominan di negara itu dalam sejumlah dekade.

Pembersihan di tubuh Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Vietnam sendiri bukanlah peristiwa pertama yang menyedot perhatian publik. Semasih belum kasus Thuan, jajaran pimpinan tertinggi instansi ini telah makin dulu terseret ke meja hijau akibat penyalahgunaan wewenang.

Pada bulan Mei, mantan aparatur negara kementerian kesehatan Nguyen Thi Kim Tien dipenjarakan selama enam tahun atas salah urus proyek-proyek rumah sakit, kata media pihak pemerintah.

Tien diguncang oleh skandal korupsi pada tahun-tahun semasih belumnya, dan sempat dipilih sebagai aparatur negara yang teramat tidak populer oleh para pembuat undang-undang di negara satu partai tersebut.

Rangkaian penangkapan ini mempertegas latar belakang penegakan hukum ketat yang sedang berlangsung di negara Komunis tersebut. Selama sejumlah tahun terakhir, kampanye pembersihan pihak pemerintahan telah menyeret puluhan pimpinan korporasi hingga aparatur negara tinggi negara ke balik jeruji besi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *