Abu Vulkanik GAK Ancam Kesehatan Siswa, Sekolah di Serang hingga Jakarta Beralih Daring

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menciptakan pihak pemerintah daerah di sejumlah wilayah mengambil langkah serupa: menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya ke sistem daring.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah mitigasi demi melindungi siswa dan masyarakat sekitar sekolah dari risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Di Kabupaten Serang, Banten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memberlakukan pembelajaran daring di tujuh kecamatan yang terdampak langsung abu vulkanik GAK.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyebutkan surat edaran mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring akan diterbitkan mengawali Senin. Kebijakan tersebut berlaku selama aktivitas erupsi masih berlangsung.

“Sedalam waktu dekat barangkali saya akan buat surat edaran lantaran abu vulkanik ini amat berbahaya. Insya Allah pada hari Senin, edaran demi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring ini dikeluarkan dan berlaku selama erupsi masih terus aktif,” kata Ratu usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Banten, Minggu.

Tujuh kecamatan yang terdampak dan akan menerapkan pembelajaran daring yakni Anyer, Cinangka, Padarincang, Baros, Pabuaran, Ciomas, dan Mancak.

Ratu menerangkan, keputusan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka diambil bersama mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan siswa. Abu vulkanik, kata dia, berbahaya apabila terhirup dan masuk ke paru-paru lantaran dapat memicu gangguan pernapasan bagaikan batuk, pilek hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemkab Serang juga mengimbau masyarakat sekitar meningkatkan kewaspadaan tanpa panik. Warga diimbau tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas di luar apabila tidak ada keperluan mendesak.

“Jika memang wajib keluar rumah, maka tolong gunakan masker dan kacamata. Saat ini kami juga telah menyambut baik bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan demi diuntukkan ke masyarakat sekitar,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Serang masih belum mengeluarkan imbauan evakuasi untuk masyarakat sekitar. BPBD bersama pihak pemerintah kecamatan dan desa terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Untuk mengungsi tidak ada, yang jelas imbauan nya tetap diam di rumah. Saya juga telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di wilayah Kabupaten Serang demi senantiasa siaga dan waspada,” tutupnya.

Lampung Berlakukan Daring Dua Hari

Kebijakan serupa juga diterapkan Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau sekolah melaksanakan pembelajaran daring selama dua hari sebagai langkah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik GAK.

“Sekolah juga dalam dua pada hari ini, kami minta demi menjalankan pembelajaran secara daring,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu.

Selain pembelajaran daring, seluruh kegiatan sekolah yang dilakukan di luar ruangan juga dihentikan sementara. Kebijakan tersebut mencakup kegiatan olahraga dan upacara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *