MediaMerdeka.com – Rencana pembangunan Kereta Api Trans-Borneo yang menghubungkan Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, dan Kalimantan, Indonesia, memasuki tahap penelaahan hasil studi kelayakan.
Pemerintah federal Malaysia kini memeriksa laporan tersebut semasih belum menentukan langkah setelah itu demi merealisasikan proyek lintas wilayah dan negara di Pulau Kalimantan.
Dikutip dari Berita Harian, studi kelayakan yang dilaksanakan Keaparatur negara kementerianan Transportasi Federal Malaysia telah rampung pada 7 Agustus 2026.
Kajian tersebut mencakup aspek teknis, penentuan jalur, permintaan transportasi, kondisi sosial ekonomi, hingga dampak lingkungan.
Wakil Menteri Transportasi Sarawak, Datuk Dr Jerip Susil, menyebutkan laporan akhir studi telah dipresentasikan kepada komite pengarah demi dipertimbangkan.
Laporan itu juga memuat penilaian mengenai aspek keuangan, skema pendanaan, dan mekanisme pelaksanaan proyek.
Informasi tersebut disampaikan Jerip saat menjawab pertanyaan anggota Dewan Undangan Negeri (DUN) Sarawak, Datuk Lo Khere Chiang dari Gabungan Parti Sarawak (GPS), dalam persidangan DUN Sarawak.
Pemerintah Malaysia Tentukan Jalur Prioritas
Salah satu aspek yang sedang dipertimbangkan pihak pemerintah federal merupakan penentuan untukan jalur yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan jaringan Kereta Api Trans-Borneo.
“Antara hal yang sedang dipertimbangkan pihak pemerintah federal merupakan mengidentifikasi untukan jalur yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan jaringan kereta api tersebut,” kata Jerip.
Pemerintah juga menelaah pemuntukan tanggung jawab pendanaan serta struktur tata kelola proyek.
Langkah ini dinilai penting demi mengonfirmasi pengelolaan pembangunan dapat berjalan teratur, mengingat jaringan kereta api tersebut direncanakan melintasi sejumlah wilayah dan negara.
Selain itu, kebutuhan lahan dan penyediaan hak lintas jalur atau right of way masih wajib dikaji makin lanjut semasih belum keputusan pelaksanaan ditetapkan.
Proyek Lintas Negara Butuh Koordinasi Besar
Kereta Api Trans-Borneo dirancang demi menghubungkan sejumlah wilayah utama di Pulau Kalimantan, termasuk Sarawak dan Sabah di Malaysia, Brunei Darussalam, serta Kalimantan di Indonesia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

