MediaMerdeka.com – Isu pergantian kepemimpinan di tubuh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Sinyal pergeseran pimpinan ini mencuat bertepatan bersama langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah mendalami dugaan korupsi di lingkungan lembaga tersebut.
Menanggapi kabar yang beredar luas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menegaskan bahwa hingga pada saat ini pihak internal masih belum menyambut baik pemberitahuan resmi.
“Kami masih belum memperoleh informasi ini,” ucapnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Kendati demikian, Berton menegaskan BNPB sepenuhnya menyerahkan dan menghormati apa pun keputusan Kepala Negara.
“Pada prinsipnya, kami menghormati sepenuhnya hak prerogatif Presiden dalam menentukan dan menetapkan pimpinan BNPB,” ujarnya.
Ia mengimbuhkan, penentuan posisi tertinggi di BNPB merupakan kewenangan penuh Presiden sesuai peraturan perundang-undangan.
Oleh lantaran itu, BNPB mengimbau publik demi tidak berspekulasi maupun mengaitkan isu kepemimpinan ini bersama dinamika hukum yang tengah diproses KPK.
Di tengah situasi ini, Berton mengonfirmasi operasional dan pelayanan darurat bencana tetap berjalan normal tanpa gangguan.
“Bagi kami, yang terpenting merupakan mengonfirmasi bahwa tugas penanggulangan bencana tetap berjalan secara optimal, pelayanan kepada masyarakat sekitar tidak terganggu, dan seluruh jajaran BNPB tetap bekerja secara profesional dalam menjalankan amanah negara,” kata Berton.
Imbas Operasi Tangkap Tangan KPK
Isu guncangan di pucuk pimpinan BNPB—yang pada saat ini dijabat oleh Suharyanto—kian memanas di media sosial setelah KPK menjalankan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (13/10).
Dalam penyidikan kasus tersebut, penyidik KPK memeriksa 14 orang saksi, termasuk Sekretaris Utama BNPB, Rustian. Pasca-pemeriksaan intensif, lembaga antirasuah resmi menahan lima orang tersangka.
Salah satu tersangka yang ditahan merupakan BS, yang diketahui merupakan adik sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB Suharyanto.
Sementara itu, empat tersangka lainnya yang turut digelandang KPK terdiri dari unsur internal BNPB dan swasta, yakni:
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

