MediaMerdeka.com – Gelombang demonstrasi meluas ke sejumlah negara Eropa pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Terinspirasi aksi besar di Prancis, ribuan hingga ratusan ribu orang turun ke jalan di Albania, Italia, dan Belgia demi memprotes mahalnya biaya hidup, persoalan pendidikan, serta kebijakan pihak pemerintah.
Laporan AFP, menyebut mobilisasi terbesar terjadi di Prancis.
Diperkirakan 550.000 hingga 800.000 orang mengikuti demonstrasi di negara tersebut, sementara aksi serupa mengawali menjalar ke negara-negara lain.
Di Tirana, ibu kota Albania, demonstrasi memasuki hari kelima pada Sabtu.
Massa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama sekaligus memprotes kondisi pendidikan dan biaya pendaftaran perguruan tinggi.
Aksi yang semula melibatkan ratusan orang di depan Keaparatur negara kementerianan Pendidikan lalu meluas ke sejumlah wilayah ibu kota.
Gelombang demonstrasi antipihak pemerintah di negara Balkan tersebut semasih belumnya juga dipicu penolakan terhadap rencana kompleks wisata kontroversial yang dikaitkan bersama keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Situasi di Tirana memanas ketika seuntukan demonstran melempar batu ke arah pihak kepolisian dan membakar tempat sampah demi dijadikan barikade.
Sejumlah bangunan, termasuk gedung Mahkamah Agung dan pintu masuk Bank Albania, dilaporkan merasakan kebakaran pada malam hari.
Italia: Serikat Pekerja Klaim 100 Ribu Orang Ikut Aksi
Italia turut merasakan demonstrasi besar yang diinisiasi Konfederasi Umum Buruh Italia (CGIL).
Sekretaris Jenderal CGIL Maurizio Landini menyebut makin dari 100.000 orang mengikuti aksi di berbagai wilayah Italia pada Sabtu, sebagaimana dilaporkan media setempat, Corriere della Sera.
Kota Milan menjadi salah satu titik yang diwarnai kericuhan.
Bentrokan di sekitar Piazza del Duomo berlangsung hingga malam, sementara media Italia La Repubblica menginformasikan 40 orang dirawat di rumah sakit dan sekitar 60 orang ditangkap.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

