WNI di Arab Saudi Jadi Korban Serngan Rudal ke Bandara Internasional King Khalid

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Dua masyarakat sekitar negara Indonesia atau WNI merasakan luka ringan akibat insiden serangan udara yang melanda wilayah Riyadh, Arab Saudi. Kedua WNI tersebut sempat menjalani perawatan medis intensif semasih belum akhirnya diperbolehkan langsung kembali ke kediaman mereka.

Sistem peringatan dini nasional di ibu kota Kerajaan Arab Saudi sempat berbunyi keras usai potensi ancaman udara terdeteksi otoritas setempat. Langkah siaga tersebut diambil guna mengantisipasi eskalasi ancaman keamanan yang menyasar kawasan vital di sekitar kota.

Koalisi militer sukses melumpuhkan rudal balistik serta tiga pesawat nirawak musuh di sektor utara Riyadh.

Pihak KBRI Riyadh terus bergerak aktif menyisir sejumlah rumah sakit guna mengonfirmasi keselamatan seluruh masyarakat sekitar Indonesia. Hasil penelusuran mendalam di Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital mengonfirmasi tidak ada tambahan pihak korban jiwa maupun luka.

Mengenai kondisi dua WNI yang terdampak, pihak perwakilan diplomatik menyerahkan konfirmasi resmi terkait penanganan medis pihak korban.

“Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Arab Saudi pada Selasa 13 Oktober 2026 telah menyampaikan informasi resmi bahwa terdapat dua WNI yang merasakan luka ringan pada 11 Oktober 2026 dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh,” ucap pihak KBRI.

Proses pemulihan kedua pihak korban berjalan cepat berakibat tim medis mengizinkan mereka rawat jalan pada hari yang sama.

Dampak serangan udara ini memaksa otoritas penerbangan memperpanjang masa penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid.

Berdasarkan Notice to Air Men (NOTAM), penutupan fasilitas penerbangan utama tersebut berlaku ketat hingga 17 Oktober 2026 pukul 24.00 waktu setempat.

Perwakilan RI mengimbau seluruh masyarakat sekitar Indonesia di sana demi menjauhi titik-titik rawan dan mematuhi aturan keamanan lokal.

Pemerintah Arab Saudi juga melarang keras aksi mendokumentasikan serta menyebarkan rekaman visual terkait serangan rudal maupun drone.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kedua Rumah Sakit tersebut, tidak ada pihak korban Warga Negara Indonesia,” sebut pernyataan pihak KBRI dalam keterangan tertulisnya.

Masyarakat diimbau tidak memuntukkan lokasi jatuhnya proyektil di media sosial demi menghindari ancaman sanksi hukum berat Kerajaan.

KBRI Riyadh mengonfirmasi seluruh fungsi pelayanan diplomatik dan perlindungan masyarakat sekitar tetap berjalan normal bagaikan biasa.

“Semasih belumnya, pada Senin 12 Okt 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh juga telah mengirimkan nota diplomatik ke Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Arab Saudi demi mengimbau informasi mengenai ada atau tidaknya pihak korban WNI,” imbuh pernyataan itu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *