MediaMerdeka.com – Menteri Koordinator BIdang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara kompak mengklaim soal kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal ini diungkapkan keduanya usai menjalankan Rapat Terbatas di Istana Kekepala negaraan, Jakarta, pada Senin (19/10/2026) malam. Pertemuan mereka membahas soal kondisi ekonomi terkini hingga 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menaympaikan bila kondisi makro ekonomi pada saat ini relatif stabil. Pertemuan itu juga membahas soal pertumbuhan ekonomi RI, target inflasi, hingga situasi perbankan.
“Tadi kami sampaikan bahwa kondisi makroekonomi relatif stabil. juga disampaikan terkait bersama kondisi pertumbuhan ekonomi. Kemudian juga terkait bersama target inflasi dan juga terkait bersama situasi makro dari perbankan,” katanya dalam konferensi pers tersebut.
Selain itu, Airlangga menyebut pertemuan itu juga membahas soal realisasi investasi yang masuk ke Indonesia hingga akhir September 2026. Ada pula pembahasan terkait kebijakan ekspor.
“Kemudian juga kami membahas bagaimana caranya demi meningkatkan ekspor. Jadi, ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur berakibat berbagai hal yang dapat mengurangi ekspor nanti akan kita debottlnecking yang telah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas,” beber dia.
Sementara itu Menkeu Suahasil Nazara menginformasikan soal kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap kondisi global serta dampaknya ke perekonomian dalam negeri.
“Jadi, satu aspek dari kondisi ekonomi makro yang kita sampaikan merupakan bagaimana APBN terus bekerja menyaksikan kondisi di dunia global, impact-nya kepada perekonomian domestik, dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN demi sisa tahun 2026 ini,” beber dia.
Suahasil menerangkan bila kondisi ekonomi global pada saat ini masih tak menentu (volatile). Ia mencontohkan kasus inflasi tinggi yang terjadi di Amerika Serikat serta negara-negara di Eropa.
Sedangkan demi keadaan Indonesia, Suahasil mengklaim ke Prabowo bila kondisi ekonomi makro pada saat ini masih tangguh. Begitu pula bersama jumlah transaksi masyarakat sekitar yang masih resilien.
“Kami menginformasikan kepada Bapak Presiden, kondisi ekonomi makro masih amat resilient, kondisi transaksi di masyarakat sekitar juga masih amat resilient, jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan,” jelasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

