MediaMerdeka.com – Gelombang demonstrasi besar di Prancis pada Sabtu, 17 Oktober 2026, yang melibatkan ratusan ribu orang di Paris dan puluhan kota lainnya, berakhir bersama kekerasan ekstrem. Aksi yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan bersama penjarahan, pembakaran bangunan publik, dan bentrokan sengit bersama pihak kepolisian.
Lebih dari 1.200 hingga 1.800 orang ditangkap, ratusan petugas terluka, dan kerusakan material mencapai ratusan juta euro. Kerusuhan di Prancis terjadi di tengah ketidaktentuan politik menjelang pemilihan kepala negara 2027, saat Presiden Emmanuel Macron akan mengakhiri masa jabatannya.
Berikut sembilan fakta yang menerangkan mengapa demo di Prancis tersebut berakhir ricuh.
1. Bermula dari protes pelajar soal kondisi sekolah
Gerakan ini dimengawali September 2026 di sekolah menengah wilayah pinggiran Paris, bagaikan Créteil dan Saint-Exupéry.
Siswa mengeluhkan kekurangan guru, kelas overcrowded hingga 35 murid, fasilitas rusak, ruang kelas panas, dan ketimpangan di daerah berpenghasilan rendah. Blokade sekolah menyebar cepat ke ratusan institusi di seluruh negeri.
2. Meluas menjadi protes biaya hidup
Kemarahan pelajar bergabung bersama keluhan masyarakat sekitar luas soal kenaikan harga barang pokok, bahan bakar, dan penurunan daya beli. Inflasi yang dipicu antara lain oleh situasi di Timur Tengah memperburuk beban rumah tangga.
Serikat pekerja CGT dan kelompok lain ikut mendukung tuntutan kenaikan upah, pensiun, serta perlindungan layanan publik.
3. Keterlibatan gerakan Rompi Kuning
Gerakan Gilets Jaunes yang legendaris sejak 2018 ikut menyerukan aksi “kaum muda dan rompi kuning”.
Mereka mengangkut pengalaman mobilisasi besar menentang kebijakan pihak pemerintah, berakibat massa menjadi makin beragam dan sulit dikendalikan.
4. Jumlah peserta amat besar
Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri mencatat sekitar 550.000 orang turun ke jalan, sementara CGT mengklaim hingga 800.000 peserta di puluhan kota.
Skala massa yang begitu besar mempersulit pengamanan dan membuka celah untuk kelompok kecil demi bertindak kekerasan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

