Chef Arnold Keluhkan Harga Daging Impor Naik Imbas Dollar, Disindir Buat Protes ke Gibran

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Kenaikan nilai tukar dollar terhadap rupiah mengawali berdampak ke berbagai sektor, termasuk bisnis kuliner.

Kondisi ini turut dirasakan oleh Chef Arnold Poernomo yang mengaku terpaksa menaikkan harga menu di restorannya lantaran biaya bahan baku yang ikut melonjak.

Melalui unggahan di Threads, juri MasterChef Indonesia itu menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas keputusan menaikkan harga daging di restorannya.

Chef Arnold menerangkan bahwa langkah tersebut bukan lantaran ingin mengambil keuntungan makin, melainkan akibat kenaikan harga daging impor yang dipengaruhi nilai tukar dollar.

“Mohon maaf saya wajib menaikan harga daging di resto saya. Ini bukan kami overpriced atau mau morotin customer lantaran dollar naik dan lantaran daging demi restaurant seluruhnya import,” tulis Chef Arnold dalam unggahannya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa apabila harga bahan baku kembali normal, maka harga menu di restorannya juga akan disesuaikan kembali.

“Mohon maaf sekali lagi, nanti bila harga turun saya akan turunkan harga yang sesuai,” lanjutnya.

Unggahan tersebut lalu memicu sejumlah komentar dari netizen. Seuntukan mempertanyakan alasan penggunaan daging impor dibanding daging lokal.

Menanggapi hal itu, Chef Arnold menerangkan bahwa kualitas daging lokal masih berbeda bersama standar daging yang biasa digunakan restoran premium.

Menurutnya, jenis sapi yang dikembangbiakkan di Indonesia memiliki karakteristik daging yang makin keras lantaran tingkat marbling atau lemak pada daging tidak setinggi sapi impor.

Karena itu, sejumlah restoran memilih memakai daging dari luar negeri demi menjaga kualitas makanan yang disaapabilan kepada pelanggan.

“Sapi itu sejumlah tipenya. Sapi di Indonesia dagingnya itu keras lantaran marblingnya. Sapi yang dikembang biakan di Indonesia itu sapi import,” jelas Chef Arnold.

Ia juga mengimbuhkan bahwa restorannya memakai daging impor dari Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

Chef Arnold menegaskan bahwa pihaknya tidak memakai daging meltique, yakni daging yang disuntik lemak agar menyerupai wagyu.

“Daging demi resto itu US, Australian, Japanese. Kita tidak pake meltique,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *