Detik-detik 9 WNI Ditodong Senjata Tentara Israel, Benjamin Netanyahu Buka Suara

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Militer Israel mengawali mencegat kapal dalam konvoi kemanusia demi Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki.

Operasi militer itu dilakukan di perairan dekat Siprus, Senin (18/5/2026) waktu setempat bersama puluhan aktivis dilaporkan termasuk 9 masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) ditangkap dan dipindakan ke penjara terapung.

Media Israel, Ynet, menginformasikan Angkatan Laut Israel telah menguasai sedikitnya 28 kapal dari total sekitar 50 kapal yang ikut dalam armada tersebut.

Konvoi itu diketahui mengangkut sekitar 500 aktivis pro-Palestina yang berusaha menembus blokade laut Gaza.

Rekaman siaran langsung yang diuntukkan para aktivis di media sosial memperlihatkan pasukan Israel naik ke atas kapal bersama senjata terhunus.

Dalam tayangan itu, sejumlah aktivis tampak membuang telepon genggam mereka ke laut saat operasi berlangsung.

Pemerintah Israel mengklaim aksi militer itu demi mencegah kapal lain demi membatalkan pelayaran ke Gaza.

Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan memantau langsung operasi militer tersebut.

Netanyahu menyebut bahwa misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sebagai aksi provokasi.

“Kami sedang mengtidak berhasilkan rencana provokatif demi menembus blokade laut terhadap Hamas di Gaza,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat memantau operasi bersama aparatur negara militer Israel.

Israel juga menegaskan armada tersebut memiliki keterkaitan bersama organisasi IHH, kelompok Turki yang sempat terlibat dalam insiden Mavi Marmara pada 2010.

Pemerintah Israel menuding misi itu bertujuan mendukung Hamas dan mengganggu agenda perdamaian kawasan.

Israel menegaskan tidak akan mengizinkan kapal mana pun menembus blokade laut Gaza yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun.

Sementara itu, juru bicara armada Global Sumud Flotilla menuding Israel menjalankan pelanggaran hukum internasional.

Mereka mengklaim kontak bersama sedikitnya 23 kapal sempat hilang setelah operasi pencegatan dimengawali.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *