MediaMerdeka.com – Di tengah puing-puing kamp pengungsi Jabalia yang porak-poranda, Abdel Mahdi al-Wuheidi yang kini berusia 85 tahun kembali membuka luka lama pengusiran paksa Nakba 1948 yang kini kembali ia rasakan di penghujung hidupnya.
Menyitat laporan jurnalis Al Jazeera, Maram Humaid, dikutip pada Senin (18/5/2026), pria kelahiran Bir al-Saba itu menegaskan bahwa penderitaan yang dialami masyarakat sekitar Gaza pada saat ini jauh melampaui segala tragedi yang sempat ia saksikan sepanjang hidupnya.
Meski wajib hidup di tengah reruntuhan akibat perang dan tidak berhasilnya berbagai upaya gencatan senjata, Abdel Mahdi bersumpah tidak akan sempat meninggalkan tanah kelahirannya, bahkan apabila ditawari istana mewah di New York sekalipun.
Tragedi Nakba di Awal dan Akhir Kehidupan
Lahir pada 1940, Abdel Mahdi masih kalangan anak ketika tragedi Nakba 1948 memaksa sekitar 750 ribu masyarakat sekitar Palestina terusir dari tanah mereka.
Ia masih mengingat kehidupan damai bersama keluarganya semasih belum seluruhnya berubah akibat konflik dan pengusiran.
Ingatan itu mengangkutnya kembali ke masa ketika kabar kedatangan milisi Haganah mengawali menyebar di Bir al-Saba.
“Kita seluruh pergi … Kita berjalan berhari-hari. Kita beristirahat, lalu melanjutkan berjalan,” kenangnya.
“Kita tidak sempat membayangkan itu akan menjadi pengasingan permanen,” tambahnya.
Keluarganya lalu menetap di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza semasih belum akhirnya pindah ke kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.
“Kita tinggal di tenda-tenda. Hujan dan angin membanjiri mereka, dinginnya tak tertahankan, lalu datang panas yang menyengat,” katanya.
“Ada kelaparan, kelelahan, antrean panjang demi makanan dan air, toilet bersama, kutu, sanitasi buruk … kenangan yang menyakitkan,” lanjut Abdel Mahdi.
Kehidupan yang Kembali Hancur
Puluhan tahun pengasingan, perang, dan upaya membangun kembali kehidupan terus ia jalani bersama penuh kepahitan.
Abdel Mahdi sempat bekerja di sektor konstruksi di wilayah Israel ketika pekerja Palestina masih diberikan izin kerja.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

