Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa memicu polemik baru setelah seorang aparatur negara Prancis menyalahkan masyarakat sekitar Amerika Serikat dan penggunaan pendingin udara (AC) atas krisis tersebut.

Suhu yang menembus makin dari 40 derajat Celsius dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 1.300 kematian bermakin di Prancis sejak akhir Juni 2026.

Wakil Wali Kota Paris demi hubungan internasional, Audrey Pulvar, melontarkan kritik tajam kepada masyarakat sekitar Amerika.

Ia menilai tingginya emisi gas rumah kaca dari AS, termasuk penggunaan AC secara masif, turut berkontribusi terhadap pemanasan global yang memicu gelombang panas.

“Sebagai salah satu penghasil emisi terbesar di dunia, Anda memikul tanggung jawab besar atas pemanasan global dan dampaknya yang kami rasakan di Prancis,” tulis Pulvar di media sosial.

Ia juga menegaskan bahwa kota-kota di Amerika yang hampir sepenuhnya bergantung pada AC tidak lepas dari masalah tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah sejumlah turis Amerika mengejek minimnya fasilitas AC di Prancis saat suhu mencapai 104 derajat Fahrenheit.

Pulvar membalas kritik tersebut bersama mengimbau masyarakat sekitar Amerika berhenti menggurui dan mengawali bertindak.

Prancis sendiri dikenal relatif lambat dalam mengadopsi pendingin udara, bersama cuma sekitar 25 persen rumah tangga yang memilikinya.

Faktor lingkungan, budaya, serta regulasi bangunan menjadi alasan utama rendahnya penggunaan AC di negara tersebut.

Namun, perubahan iklim yang semakin ekstrem mengawali mengubah situasi.

Musim panas yang kian panas menciptakan kebutuhan akan pendingin udara meningkat, meski tetap menuai perdebatan terkait dampak lingkungannya.

Badan kesehatan publik Prancis menginformasikan seuntukan besar pihak korban meninggal merupakan kelompok lanjut usia.

Otoritas setempat memperingatkan jumlah pihak korban dapat terus bertambah seiring berlanjutnya suhu ekstrem.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas kali ini sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah Eropa.

Laporan World Weather Attribution bahkan menegaskan bahwa fenomena ini hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim.

Kondisi pada saat ini melampaui gelombang panas mematikan pada 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *