MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan hebat melanda kawasan selatan Prancis dan menghancurkan makin dari 700 hektare vegetasi. Cuaca ekstrem memaksa otoritas setempat mengevakuasi ratusan masyarakat sekitar demi keselamatan jiwa mereka.
Titik api utama dilaporkan pertama kali muncul di kota Beaufort yang masuk wilayah administrasi Herault. Embusan angin kencang lalu mendorong kobaran api hingga menembus wilayah tetangga, Aude.
Dikutip dari Anadolu, Kamis (2/7/2026) situasi darurat ini memicu pergerakan masif dari tim penyelamat di wilayah terdampak. Penduduk di desa Pouzols-Minervois dan Mailhac wajib dalam waktu dekat meninggalkan rumah mereka lantaran ancaman api.
Sementara itu, masyarakat sekitar di zona aman diinstruksikan mengunci diri di dalam kediaman masing-masing. Langkah tersebut diambil guna mempermudah ruang gerak petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Ratusan personel darurat gabungan langsung diterjunkan demi mengendalikan situasi yang kian mencekam. Angkatan gendarmerie Prancis turut bersiaga mengamankan perimeter di sekitar lokasi bencana.
Armada tempur udara berupa pesawat pengebom air dan helikopter dikerahkan secara intensif. Sejumlah akses jalan utama juga ditutup total demi kelancaran evakuasi dan penanganan medis.
Di tempat terpisah, amukan si jago merah juga memicu kepanikan di kota Frejus. Wilayah yang berada di bawah administrasi departemen Var tersebut ikut terbakar pada Selasa waktu setempat.
Angin yang bertiup kencang menciptakan api melahap sekitar 30 hektare lahan dalam waktu singkat. Ratusan petugas pemadam kebakaran langsung bersiaga memblokade jalur pergerakan api.
Sebagai langkah antisipasi, tiga lokasi perkemahan wisata di sekitar Frejus dalam waktu dekat dikosongkan. Pemerintah daerah mengalihkan para pengungsi ke dua sekolah yang diubah menjadi posko darurat.
Lembaga pemantau kebakaran hutan Feux de Foret menginformasikan ada 23 titik api aktif di Prancis selatan. Seluruh elemen penyelamat kini berpacu bersama waktu demi memadamkan seluruh kobaran tersebut.
Badan meteorologi nasional, Meteo-France, langsung merilis status peringatan tertinggi demi enam departemen di wilayah selatan. Langkah ini diambil menyusul risiko perluasan area kebakaran akibat cuaca panas yang menyengat.
Sementara itu, wilayah Ardeche, Drome, dan Var pada saat ini berada pada status waspada tingkat dua. Kondisi kekeringan akut memperparah kerentanan vegetasi hutan terhadap percikan api sekecil apa pun.
Krisis lingkungan ini memperpanjang catatan buruk bencana musim panas di benua Eropa. Pemerintah Prancis kini terus memperketat pengawasan di area hijau guna mencegah munculnya titik api baru.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

