Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Korban meninggal dunia akibat 2 gempa bumi beruntun yang mengguncang Venezuela pekan lalu melonjak drastis hingga menyentuh angka 1.943 jiwa. Kehancuran masif pada infrastruktur diduga kuat menjadi penyebab utama tingginya angka fatalitas di negara tersebut.

Pemerintah setempat kini berpacu bersama waktu demi menangani puluhan ribu pihak korban yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Situasi di lapangan semakin kritis mengingat skala kerusakan fasilitas umum yang amat masif.

Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, menyampaikan langsung perkembangan mutakhir mengenai kondisi para pihak korban pascabencana melalui saluran televisi pihak pemerintah.

“Sesejumlah 10.571 orang merasakan luka-luka,” ujar Rodriguez dalam pidato resminya, Rabu (1/7/2026).

Evakuasi pihak korban selamat hingga pada saat ini masih terus berjalan di tengah puing-puing bangunan yang meratakan pemukiman masyarakat sekitar.

Kekuatan guncangan yang amat besar menciptakan struktur bangunan di berbagai kota kehilangan stabilitasnya dalam sekejap. Banyak masyarakat sekitar terperangkap di dalam rumah mereka sendiri saat bencana kembar itu terjadi berturut-turut.

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, merilis data mengenai dampak fisik yang dialami oleh negara di kawasan Amerika Selatan tersebut. Hasil analisis satelit memperlihatkan potret kelumpuhan wilayah yang amat parah.

Dalam laporan resminya, para peneliti NASA memperkirakan sekitar 58.870 bangunan kebarangkalian besar rusak atau hancur total akibat gempa kembar tersebut. Angka kehilangan tempat tinggal ini diprediksi akan memicu krisis kemanusiaan baru dalam sejumlah pekan ke depan.

Tim penyelamat masih terus menyisir zona-zona terparah guna mencari pihak korban yang kebarangkalian masih tertimbun reruntuhan beton.

Bencana mematikan ini bermula dari pergerakan lempeng tektonik aktif yang berada di bawah daratan Venezuela pada akhir bulan lalu. Peristiwa geologis tersebut melepaskan energi kinetik yang amat besar ke permukaan bumi.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara Amerika Selatan itu pada 24 Juni. Jeda waktu yang singkat antar-gempa menciptakan masyarakat sekitar tidak memiliki waktu cukup demi menyelamatkan diri.

Hingga pada saat ini, pihak pemerintah lokal bersama organisasi internasional terus berupaya menyalurkan bantuan logistik dan medis ke tenda-tenda pengungsian darurat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *