Gertakan atau Ancaman Nyata? Klaim Donald Trump Tunda Serangan Bikin Iran Ketar-ketir

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Klaim Amerika Serikat, Donald Trump bahwa ia menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran telah memperdalam ketidaktentuan di Teheran.

Para aparatur negara dan analis disebut-sebut terpecah pendapatnya mengenai apakah Washington sedang menggertak, mengulur waktu, atau bersiap demi serangan putaran berikutnya.

Trump menyebutkan ia telah menunda serangan yang direncanakan demi hari Selasa, semasih belum memperingatkan bahwa Amerika Serikat tetap siap demi menyerang Iran bersama keras.

“Amerika Serikat menyebutkan telah menghentikan sementara serangan terhadap Iran demi memberi kesempatan pada diplomasi, sementara secara bersamaan berbicara tentang kesiapan demi serangan skala besar kapan saja,” tulis Kazem Gharibabadi, wakil aparatur negara kementerian luar negeri Iran demi urusan hukum dan internasional, menulis di X melansir laman Iran International, Rabu (20/5/2026). 

“Ini berarti menyebut ancaman sebagai peluang demi perdamaian,” tambah dia.

Ia mengimbuhkan bahwa Republik Islam siap demi menyikapi “agresi militer apa pun” dan bahwa “penyerahan diri tidak ada artinya” untuk Iran.

Gharibabadi lalu menyebutkan kepada anggota parlemen bahwa proposal terbaru Iran kepada Washington mencakup tuntutan bagaikan pengakuan hak Iran demi pengayaan uranium, pencabutan blokade angkatan laut AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan pengakhiran sanksi. Ia tidak menyerahkan rincian tentang tanggapan Washington.

Jurnalis reformis Ahmad Zeidabadi mempertanyakan kredibilitas Trump, menulis bahwa apabila pernyataan kepala negara AS itu akurat, maka pihaknya wajib amat meragukan tingkat perhitungan rasional minimum yang dimilikinya.”

“Apakah Trump tidak tahu bencana bersejarah apa yang akan ditimbulkan oleh dimengawalinya kembali perang di seluruh wilayah Teluk Persia?” tanya Zeidabadi. “Apakah dia berencana demi memengawali kembali perang tanpa berkonsultasi bersama para pemimpin sekutu?” tambahnya.

Sementara penasihat pemimpin tertinggi Iran dan mantan komandan Garda Revolusi (IRGC), Mohsen Rezaei, menuduh Trump menetapkan dan lalu membatalkan tenggat waktu militer dalam upaya demi memaksa Iran tunduk.

Dia memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan “memaksa Amerika demi mundur dan menyerah.”

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *