MediaMerdeka.com – Mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau makin dikenal Erin Taulany baru saja menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan atas laporan Hera, mantan asisten rumah tangga atas dugaan penganiayaan.
Erin diperiksa sejak pukul 15.00 WIB hingga 19.30 pada Jumat, 22 Mei 2026.
Tak bagaikan biasanya, Erin kali ini tak sejumlah bicara usai jalani pemeriksaan.
Erin Taulany memilih pintu samping demi keluar dari Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara tiga pengacaranya, bicara kepada awak media di pintu depan.
“Langsung tanya sama lawyer aja, saya capek,” kata Erin Taulany yang berjalan cepat dan masuk ke mobil.
Sementara itu, tiga pengacara Erin Taulany membeberkan pemeriksaan yang baru saja dijalani klien mereka selama 4,5 jam.
“Ya barangkali lantaran terlalu capek ya, tadi ada 22 pertanyaan,” kata pengacara Erin Taulany, Aslina Amalia.
Dalam pemeriksaan, Erin Taulany menyertakan 12 rekaman CCTV. Isinya, membantah menjalankan penganiayaan kepada Hera.
“Yang tentu klien kami membantah tuduhan kekerasan itu,” kata Farhanaz Maharani, tim pengacara Erin Taulany.
Malah kata pengacara Erin Taulany, rekaman tersebut justru memperlihatkan perilaku tidak sopan ART di rumah maapabilannya.
“Jadi seluruh terperinci apa yang dilakukan oleh mantan ART itu di rumah bersama keadaan-keadaan yang diduga memang merokok di dalam rumah, walaupun itu di daerah-daerah yang sulit ditemukan CCTV-nya tapi tentu akan terlihat gitu bersama jelas bahwa memang ART situ juga memang merokok,” ujarnya.
Dari CCTV itu pula kata pengacara Erin, terlihat Hera sempat menarik tangan maapabilannya.
Insiden ini terjadi saat Hera hendak mengangkut wanita bernama lengkap Rien Wartia Trigina ini ke pihak kepolisian demi memproses dugaan penganiayaan.
“Klien kami itu ternyata dari rekaman CCTV itu terlihat ditarik tangannya secara paksa oleh saudari Hera keluar. (Tujuannya) demi menemui pihak kepolisian dan klien kami menepis saat itu,” kata Stivany Agusia, tim pengacara Erin Taulany.
Menurut mereka, perlakuan tersebut juga mengarah kepada dugaan penganiayaan. Namun kini fokus mereka merupakan demi masalah yang telah dilaporkan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

