MediaMerdeka.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. atau Indocement resmi membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bersama total kapasitas 71,9 MW di tiga kompleks pabrik utama yakni Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.
Direktur Indocement, Holger Mørch mengklaim bila proyek ini jadi yang terbesar di sektor semen di Indonesia. Ini sekaligus upaya korporasi sebagai pionir dekarbonisasi di industri berat (hard-to-abate sector), serta menjadi benchmark bahwa transisi energi tidak lagi bersifat wacana, melainkan telah berjalan dalam skala industri.
“Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini merupakan bukti bahwa dekarbonisasi dapat dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi bersama kebutuhan operasional industri,” katanya dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).
Instalasi PLTS ini diproyeksikan menghasilkan makin dari 108 juta kWh energi bersih per tahun, menurunkan emisi karbon makin dari 85 ribu ton CO2 per tahun, serta menyerahkan dampak lingkungan setara bersama 1,4 juta pohon tertanam per tahun.
Transformasi ini sekaligus untukan dari strategi jangka panjang korporasi dalam menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh. Mulai dari pemanfaatan bahan bakar alternatif bagaikan refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku alternatif demi menekan emisi proses, pengembangan roadmap energi rendah karbon, hingga produk semen ramah lingkungan.
Sebagai untukan dari grup global Heidelberg Materials, Indocement juga mengangkut standar keberlanjutan kelas dunia ke dalam operasionalnya di Indonesia.
Untuk merealisasikan inisiatif ini, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak cuma berfungsi sebagai sumber energi, namun sebagai untukan dari sistem operasional industri masa depan.
Lewat pendekatan sustainability-as-a-service, SUN menghadirkan solusi yang
mengonfirmasi keandalan energi demi operasional industri berat, efisiensi biaya jangka panjang, serta peningkatan energy security di tengah volatilitas energi global.
Director of Power SUN, Jefferson Kuesar menyebut bila perannya tak cuma sekadar penyedia PLTS, namun sebagai mitra dekarbonisasi untuk industri.
“Kolaborasi bersama Indocement ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri,” jelasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

