Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – AirNav Indonesia mengonfirmasi pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan di tengah dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya.

Meskipun sejumlah fasilitas pelayanan navigasi penerbangan terdampak gempa, AirNav tetap menjaga operasional layanan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Keaparatur negara kementerianan Perhubungan.

Langkah tersebut dilakukan demi mendukung kelancaran evakuasi masyarakat sekitar serta distribusi bantuan melalui jalur udara dari dan menuju wilayah terdampak.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menyebutkan, sejumlah fasilitas AirNav merasakan kerusakan akibat gempa. Kerusakan tersebut terutama terjadi pada sejumlah untukan bangunan tower.

“Berdasarkan laporan terakhir yang kami himpun, dampak gempa terhadap fasilitas AirNav Indonesia antara lain terdapat di Unit Bajawa, Unit Ruteng, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, serta Cabang Pembantu Labuan Bajo. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi keretakan dan kerusakan pada sejumlah untukan bangunan tower. Sementara itu, fasilitas AirNav Indonesia di Kupang, Waingapu, Tambolaka, dan Denpasar berdasarkan pemantauan sementara dalam kondisi aman,” ujar Avirianto di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Meski terdapat fasilitas yang terdampak, manajemen AirNav memprioritaskan agar pelayanan navigasi penerbangan tetap dapat dilaksanakan secara optimal bersama mengedepankan aspek keselamatan.

Upaya tersebut dilakukan melalui asesmen kondisi fasilitas, penerapan skema kontingensi, serta pengaturan pelayanan dari lokasi yang dinilai aman.

“Alhamdulillah, seluruh personel AirNav Indonesia di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Secara internal, keamanan dan keselamatan pegawai juga menjadi salah satu prioritas manajemen,” imbuh Avirianto.

Saat ini, pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas komunikasi, dan peralatan navigasi penerbangan masih dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan tersebut mempertimbangkan kondisi gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

AirNav juga terus berkoordinasi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Keaparatur negara kementerianan Perhubungan, serta pemangku kepentingan terkait demi mengonfirmasi kesiapan operasional dan keselamatan penerbangan.

Dukungan layanan navigasi tersebut menjadi untukan penting dalam menjaga konektivitas udara di wilayah terdampak, terutama demi mendukung evakuasi masyarakat sekitar, mobilisasi personel, dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Sejalan bersama penanganan bencana yang dikoordinasikan pihak pemerintah, AirNav terus memantau kondisi fasilitas dan mengonfirmasi pelayanan navigasi penerbangan dapat mendukung kebutuhan penanganan darurat serta proses pemulihan.

“Ada contigency plan yang kami alankan dalam situasi bagaikan ini. Sejalan bersama itu, perkembangan kondisi fasilitas dan pelayanan navigasi penerbangan akan terus dipantau dan disampaikan secata berkala kepada pihak pemerintah, sesuai hasil verifikasi serta perkembangan situasi di lapangan,” pungkas Avirianto.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *