Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan untukan dari strategi diplomasi demi memperkuat hubungan bersama para pemimpin dunia di tengah situasi global yang semakin kompleks dan penuh ketidaktentuan.

Pernyataan itu disampaikan Teddy sebagai tanggapan atas sejumlah masukan yang semasih belumnya disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait aktivitas perjalanan luar negeri Presiden.

Menurut Teddy, hubungan antarpemimpin negara tidak dapat dibangun secara mendadak ketika krisis terjadi. Karena itu, Presiden perlu menjalin kedekatan dan kepercayaan sejak awal melalui komunikasi yang intensif bersama kepala negara lain.

“Setiap pemimpin tentunya wajib bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak dapat cuma mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita wajib panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita dapat minta bantuan dan begitu pula sebaliknya,” kata Teddy.

Ia menerangkan bahwa Presiden Prabowo memimpin Indonesia di tengah berbagai gejolak internasional yang terjadi di sejumlah kawasan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut peran aktif kepala negara dalam menjaga komunikasi dan membangun jejaring diplomatik secara langsung.

Teddy juga menegaskan bahwa agenda Presiden disusun berdasarkan kebutuhan strategis, baik yang telah direncanakan jauh hari maupun yang muncul lantaran perkembangan situasi nasional dan internasional.

Selain melalui pertemuan resmi yang diketahui publik, hubungan diplomatik juga kerap dibangun melalui komunikasi personal yang tidak senantiasa diumumkan secara terbuka.

Menanggapi usulan Dino agar Presiden makin memanfaatkan forum internasional demi bertemu sejumlah pemimpin negara sekaligus, Teddy menyebutkan keputusan mengenai pertemuan bilateral maupun kunjungan khusus sepenuhnya ditentukan oleh Presiden bersama Menteri Luar Negeri berdasarkan prioritas kepentingan nasional.

“Beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang wajib diutamakan. Mana pertemuan yang dapat langsung ataupun cukup memakai telpon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan,” terang Teddy.

Ia mengimbuhkan, diplomasi tidak senantiasa wajib dilakukan melalui kunjungan tatap muka. Dalam kondisi tertentu, komunikasi dapat berlangsung melalui sambungan telepon maupun jalur diplomatik lainnya yang dianggap makin efektif.

Semasih belumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyoroti sejumlah aspek terkait perjalanan luar negeri Presiden Prabowo, mengawali dari pembiayaan kunjungan, jumlah rombongan yang menyertai, transparansi agenda perjalanan, hingga frekuensi kunjungan ke berbagai negara selama sekitar satu setengah tahun masa pihak pemerintahan. Dino juga mengusulkan agar pertemuan bersama kepala negara lain makin sejumlah dilakukan di sela-sela forum internasional demi meningkatkan efisiensi diplomasi.
 
 
 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *