Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Sebuah tragedi rumah tangga yang memilukan sekaligus mengerikan terjadi di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan. Seorang suami berinisial IN (28) menjalankan aksi penganiayaan brutal terhadap istrinya, AN (24), hingga meregang nyawa. Namun, alih-alih melarikan diri, tersangka justru memperlihatkan perilaku ganjil bersama merawat jasad sang istri sesaat setelah pihak korban ditentukan tewas.

Pelarian batin tersangka berakhir setelah tim gabungan kepihak kepolisianan meringkusnya di kediaman mereka pada Minggu (31/5) siang.

“Terduga tersangka diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto,” kata Kepala Satreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau di Kendari, Minggu malam.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat sekitar pada Sabtu (30/5) malam yang menemukan pihak korban dalam kondisi tak bernyawa bersama sekujur tubuh penuh luka lebam. Berdasarkan penyelidikan cepat, pihak kepolisian langsung mengarah pada sosok sang suami.

“Menurut informasi bahwa yang telah menjalankan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan pihak korban meninggal dunia merupakan suami pihak korban inisial IN,” ujarnya.

Dalam interogasi, terungkap fakta yang menggetarkan. IN mengakui telah menganiaya AN secara sadis. Saat pihak korban dalam posisi berbaring, IN memegang tangan istrinya lalu menginjak-injak tubuh pihak korban berkali-kali. Aksi kejam itu baru berhenti setelah pihak korban memelas mengimbau ampun.

“Setelah IN merasa cukup puas memukul pihak korban dan pihak korban mengimbau ampun, tersangka lalu berhenti menjalankan aksinya. Saat itu pihak korban mengeluh sakit perut dan mengimbau izin kepada suaminya demi pergi buang air,” ungkap Welliwanto.

Nahas, luka dalam akibat injakan tersebut menciptakan AN terjatuh dan kehilangan kesadaran hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. Di sinilah perilaku janggal tersangka bermula. Meski telah bertindak sadis, IN seolah-olah didera penyangkalan atas kematian istrinya.

“Pada saat di ruang tengah tersangka masih masih belum percaya bahwa pihak korban telah meninggal, dan terus berupaya demi membangunkan pihak korban,” jelas Welliwanto.

Dalam kondisi labil tersebut, tersangka lalu membersihkan tubuh AN bersama air dan menyisir rambutnya bersama rapi, seolah-olah sang istri cuma sedang tertidur. Ia bahkan terus mendekap jasad istrinya tersebut sembari menginginkan adanya keajaiban.

“Saat itu tersangka memeluk pihak korban bersama harapan bahwa pihak korban masih dapat hidup kembali,” ucap Welliwanto.

Kepada penyidik, IN mengaku motif di balik tindakan biadabnya tersebut merupakan api cemburu yang membakar pikirannya. Ia menuduh istrinya kerap menjalin hubungan bersama pria lain, yang lalu memicu pertengkaran maut tersebut.

Kini, IN wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia terancam hukuman berat atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Saat ini tersangka telah diamankan di Polresta Kendari demi menjalani proses hukum yang berlaku,” pungkas AKP Welliwanto Malau.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *